Kanker, mengajari aku arti kehidupan & indahnya kematian

Pagi ini, bahasan penyebab penyakit kanker di sosial media dari seorang sahabat mengusikku sehingga aku ingin sekali menceritakan semua yg aku alami, rasakan dan fikirkan sebagai salah seorang cancer survivor.
Maha Besar Allah dengan segala sifatnya, tepat 3 tahun yang lalu aku dan suami menyadari adanya benjolan di leher sebelah kanan sebesar setengah bola golf. Cukup besar namun tidak begitu kentara karena tenggelam diantara double chic ku dan lipatan rezeki di leher….
Sejak saat itu, kami rutin ke dokter, ahli pengobatan alternatif, minum obat2an herbal, MRI dengan radioaktif, cek USG berulang kali, cek thorax 2x, cek lab berkali2 (serem banget liat darah dan suntik…)… Semua kami lakukan sebagai ikhtiar untuk mengecilkan benjolan dan mendeteksi apakah ini tumor jinak atau kanker….
Akupun pernah membeli alat elektronik DR Warsito, sebenarnya ada efeknya seperti terasa dikemo shg kulit menjadi sangat kering, rongga mulut dan leher sakit dan perut mual2. Aku menghentikan menggunakan alat ini karena pemakaiannya buatku yang tidak praktis dan mengganggu tidur malamku dg suami… (#eh #censor)…
Menurutku apapun sakitnya dan bagaimanapun cara kita mengobatinya, yang paling penting bagiku adalah kita harus tawakal pada Allah untuk kesembuhannya. Berharap banyak agar digugurkannya dosa seiring dengan diangkatnya penyakit ini. Aku ingat, sebaris ayat di Al-Quran menyebutkan.
“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku” [26:80]
jadi jangan pernah berfikir, dokter A yg hebat sembuhkan penyakit saya atau minum ini itu kamu pasti nanti sembuh…bla bla bla… Jangan terlalu percaya
Oleh karena itu aku yakin hanya Allahlah yang maha tahu jika kenapa penyakit ini masih terus mengiringi hidupku. Tidak banyak sahabat, saudara dan staff kantor yang tahu mengenai penyakitku ini. Karena aku tidak ingin orang tahu dan mengulang2 menanyakannya ke aku sehingga menjadi doa yang negatif. Pada saat itu aku punya kenyakinan kuat bahwa benjolan itu hanyalah tumor jinak dan bukan kanker.
“Hadiah” sakit ini sedikit banyak telah merubah sikapku dalam keseharian seperti belajar menahan amarah, lebih sering santai daripada memforsir diri dengan tugas2 rumah dan kantor, lebih banyak pergi berlibur, lebih banyak melakukan kegiatan sosial, lebih sering berbagi rezeki dan ilmu kepada yang membutuhkan & lebih sering memperhatikan keluarga terutama orang tua.
Banyak permintaan berbicara di depan publik yang ditolak secara halus krn tidak ingin pergi keluar kota, banyak keanggotaan asosiasi yang dihentikan dan mulai selektif memilih kegiatan… Aku  sengaja memprioritaskan waktu untuk mengikuti pengajian dg materi yg serius, memperbanyak shalat sunnah, mempelajari makna ayat2 Al-quran, menulis, membaca dan bersosialisasi.
Semua aku lakukan sebagai persiapan kalau2 penyakit ini ternyata sangat parah, aku sungguh ingin kembali kepadaNYA dalam keadaan khusnul khatimah.
Setelah ditunda sekian lama, bahkan aku sengaja mengadakan pejalanan panjang setiap 2 bulan sekali dalam tahun 2014 sebelum memutuskan operasi : pergi umroh+palestina+jordan, keliling eropa dg ibu2 penggila tongsis, ke london mengantar anak summer school & ke aussie mengantar suami balap sepeda…. Sebenarnya semua jadwal libur itu adalah cara aku untuk “melarikan diri” dari tuntutan dokter untuk di operasi
Begitu pulang dari Perth, sekretarisku sudah menjadwalkan waktu konsultasi dengan Prof. Dr. Mukhlis Ramli SpB KoNK dan spt halnya 2 dokter yg lain, dokter mukhlis jg meminta aku tes USG (lagi), tes thorax dan tes lab (again?? Oh no!!)… Pada Pertemuan kedua, dokter memintaku tes jantung untuk persiapan operasi #EngIngEng *langsung panik* … Duh…., galau tingkat dewa deh rasanya karena aku paling takut di operasi. Kenapa takut? Ya iyalah takut, wong belum penah dioperasi seumur hidup. Bahkan aku  lebih baik menahan sakit melahirkan normal drpd harus cesar dibelah perutnya….
Pada hari yang sudah dijadwalkan, aku mendapat sms dari RS-MMC dg pesan “Ibu, Mohon konfirmasi apakah jadi operasi hari ini?” Rasanya ini jempol ingin rasanya mengetik jawaban “Tidaaakkkk*
Kusadari sepenuh hati bahwa aku bukan pribadi yang disiplin dalam merubah pola makan dan pola hidup, juga tidak telaten dalam menelan obat2 herbal, malas jg berolah raga kecuali golf dan renang. Pengobatan alternatif berupa pijat totokpun jadi bolong2 jadwalnya karena aku lebih sering pergi keluar kota diwaktu wiken… Selain itu perkembangan kesehatan selama 3 tahun bukan semakin membaik, namun benjolan semakin besar malahan menurut dokter semakin terbentuknya pengapuran. Kami berdua (aku & suamiku) yg tadinya sangat menolak melakukan operasi, akhirnya menyerah…..
Jadi teringat betapa Napaspun sering sesak & akupun sering batuk tanpa henti, mungkin karena aku jg mengidap penyakit  asthma & sinus atau mungkin jg karena benjolan semakin besar menutupi lubang leher. Mengingat ini semua, aku menjadi yakin bahwa operasi adalah yang paling tepat untuk profil, kebiasaan dan kondisiku saat ini.
Artinya, aku tidak selalu setuju dg operasi. Aku lebih menyarankan menggunakan alternatif terlebih dahulu, toh banyak temen yang berhasil. Namun kl kitanya sendiri kurang yakin dg keberhasilan pengobatan alternatif dan kondisi makin parah, maka aku lebih menyarankan menggunakan cara instan yaitu : operasi. Operasi tidak harus diluar negri kan? Aku sudah bosen dengan pertanyaan dan saran yg meminta aku cek ke singapore, shah alam dan penang untuk benjolan aku itu. Sungguh bukan soal duitnya, namun aku sangat ingin dokter Indonesia dihargai dan diangkat bangsanya sendiri. Toh nyatanya ga jelek2 banget kok…. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Halagh… #EdisiKampanyePresiden
btw, soale ibu bapak dan adikku juga dokter Indonesia looohhh… Jadi ya miris juga kl sampai orang indonesia sendiri kok malah ke luar negri untuk berobat. Jadi ingat slogan. #BeliJasaIndonesia #HadangAFTA2016 #AkuSungguhCintaIndonesia
Hari  itu aku meminta kepada ustadzku pak Umay Shiddieq untuk memberikan doa yang harus dibaca dalam persiapan operasi. Pak Umay berpesan untuk membaca berulang2 dan menghayati arti dari Surat 26 ayat 78-85. Salah satu ayat sangat menyentuh kalbuku hingga aku merasa lebih ikhlas, lebih pasrah dan lebih tenang untuk memasuki ruang operasi  adalah:
“dan Yang amat kuinginkan Allah akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. [26:82]….
Sungguh saat itu yang paling kuinginkan adalah dimaafkan semua kesalahan, kekhilafan, kebodohan yang pernah kuperbuat selama hidup. Sungguh, ntah kenapa saat itu aku tidak berpikir harus sembuh, dsb. Sungguh pasrah diantara 2 kemungkinan : hidup dan mati. Karena dokter juga sudah menjelaskan baik secara verbal maupun tertulis, bahwa operasi di bagian leher harus dilakukan dengan anestasi total. Yang artinya, pasien akan dibuat dalam keadaan koma dimana seluruh organ akan berhenti, jantung berhenti berdetak, aliran darah berhenti, paru dan napaspun berhenti. Maka seluruhnya akan digantikan mesin selama operasi berlangsung, Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat anestasi total salah satunya di urutan paling bawah aku membaca dengan mata berkaca2 yaitu : “Meninggal”
 Diantar Bapak, suami, kakak kandung (yg juga pernah kena kanker 2x) & suaminya, kami keluar dari kamar rawat menggunakan lift turun ke lantai operasi. Bener2 pasrah memasuki ruang operasi yang dingin dan hening sendirian di dorong suster menggunakan kursi roda. sebelumnya aku minta waktu untuk ke kamar kecil melepas hajat dan berwudhu. Menghapal ayat2 yg dititipkan oleh pak ustadz ternyata tidak mudah, sehingga aku tanpa sadar komat kamit seperti dukun sehingga dokter asisten yg memasang infus elektrolit senyum2 dikulum melihat aku yg merem sambil komat kamit itu…. Halagh!!! Ga tau gw takut di operasi dan di suntik ya dok? Pada saat itu, aku sungguh pasrah jika kelak mata ini tidak lagi bisa melihat orang2 yg aku kasihi. Tapi di dalam hati yg paling dalam aku takut, takut kembali padaNYA masih penuh dg dosa.
Operasi pengengkatan benjolan dan tiroid sebelah kanan berjalan lancar, walau di ruang pemulihan aku sempat muntah2 karena efek obat bius… Alhasil seluruh rambutku lengket. Kata anakku rambutku seperti milik orang gila yg diperempatan traffic light kalibata.. Hush!!! Sembarangan aja.. Hehe… Setelah operasi aku banyak di datangi para sahabat yang sangat menghibur, dengan ceria akupun bercerita panjang lebar kisah heroik awal mulai sakit hingga selesainya operasi. Walau suara parau yg keluar malah kadang sambil berbisik aku tetap cereweetttt ngobrol dan cekikikan dg para pengunjung… hehehe
Hingga keceriaan itu mendadak lenyap seketika pas dokter masuk ke kamarku jam 8 pagi hari ke2 diopname dan mengatakan : “Seperti yg saya sampaikan sebelumnya, ternyata betul tiroid anda terkena kanker stadium 2A” …. #DanKemudianHening…. Airmata mau menetes tapi aku gengsi nangis didepan orang lain…. Walaupun kemungkinan adanya kanker ini sudah aku dan suami simulasi sejak 3 tahun yang lalu. Tapi ketika mendengarnya menjadi kenyataan seperti ini rasanyaaa…. yang ada dipikiranku hanya pertanyaan ini berulang2   : “WHY ME???!!!”
Dokter bergegas keluar kamar dan mendadak balik lagi untuk meyampaikan jadwal operasi ke2 untuk pengangkatan tiroid kiri, pada saat mata sudah basah menatap nanar ke layar TV yg mati, suarapun nyaris tidak keluar karena masih kaget sekali. Sejak saat itu aku tidak berhenti ke kamar mandi setiap 30 menit dengan tertatih2 menggembol tiang infusku…. Beser & pup yg tiada akhir hingga jadwal operasi ke2 tiba. #StressTingkatDewaMabok
Maklum, masih takutttt…. Takut dgn kemungkinan kali ini aku akan benar2 lewat tanpa persiapan…
Operasi ke2 tidaklah berjalan lancar seperti operasi pertama, aku merasakan dingin yg amat sangat dan menggigil habis Pada saat siuman. Antara sadar dan tidak sadar aku mendengar dokter mengatakan “wah, hasilnya kurang bagus. Cepat panggil suaminya”. Suamiku, bapak, adik, bulik dan sepupuku masuk satu persatu. Ada yg memegang tanganku yg dingin dan entah benar ntah tidak aku seolah2 merasakan ruhku belum sepenuhnya masuk ke dalam jasadku. Aku merasa diselimuti oleh para suster dengan balon yg hangat. Alat tensi terus menerus bekerja, setiap agak sedikit tersadar aku mendengar suara  berdesis dari alat tensi tersebut. Rasa sesak memenuhi dada, mata sulit terbuka, mulutpun belum bisa digerakkan. Saat itu aku bisa merasakan tempat tidurku dibawa ke kamar kembali, selama dalam perjalanan itu rasanya ada ratusan tubuh yg menindihku. Aku merasa sesak dan rasa tidak nyaman yang amat sangat. Aku dengar saudaraku membaca doa, tapi yg paling kuinginkan adalah bacaan ayat-ayat quran yg indah. Aku mengangkat tangan meminta suamiku menempel kupingnya pada bibirku. Aku berbisik meminta diputarkan ayat quran dari ipad/iphone (quran yg dilantunkan oleh imam masjidil haram). Rupanya suamiku tidak paham betapa aku sangat sesak dan membutuhkan healing dg Al-quran. Awalnya aku diberi selang oksigen dan salah seorang saudara membacakan quran. Sampai 2-3x aku meminta, barulah quran di ipadku bkumandang.,,. Mendadak dada sesak dan air mata mengalir deras, antara bahagia dan sesak bergumul menjadi satu. Saat itu nuraniku (atau mungkin rohku) menangis memohon kepada Allah agar tidak dapat tugas berat lagi menemani jasad ini di dunia. Terlalu banyak cobaannya di dunia, sulit menceritakannya namun ruh ini benar2 khawatir tidak mampu menjalani dan mengatasi cobaan2 di masa datang sehingga gagal kembali kepadaNYA dalam keadaan khusnul khatimah. Entah ayat apa yang dibacakan lewat ipad tsb, namun akhirnya ruh ini terasa tenang dan akupun tertidur tak sadarkan diri sesaat. Pada saat terbangun/ sadar kembali, aku sudah tidak merasa sesak dan sudah lebih enak sehingga sudah bisa menggemgam erat tangan  setiap tamu yang berkunjung. Pada saat itu aku merasa mendapatkan “hikmah/pencerahan” bahwa sisa hidup yang Allah berikan kepadaku adalah tantangan yang harus dilewati agar mampu kembali kepadaNYA dalam keadaan khusnul khatimah. Duh, beratnyaaaaaa…. Ya begitulah tugas manusia sebagai khalifah Allah di dunia ya tidak mudah. Pasti setan selalu berbisik untuk berbuat menyimpang…. Kesenangan harta bendaa, anak dan teman hanyalah bumbu2 yang dipinjami Allah agar dalam menjalankan tugas ini kita lebih terhibur Dan tidak terasa berat….. Bukan justru membuat kita terlena dan lupa tujuan.
Saat ini kanker ditubuhku sudah bersih tak bersisa, syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas karunianya karena aku tidak perlu menjalani kemoterapi. Aku hanya cukup makan 2 pil kecil setiap bangun tidur dalam keadaan perut kosong. Obat ini pengganti tiroid yg fungsinya menghasilkan hormon pengatur metabolisme.
Aku mulai menata pola hidup dan makanku, masih sangat suliiittt berdisiplin sama seperti halnya sebelum operasi. Namun, aku lebih memiliki pencerahan tugas hidupku saat ini. Bahwa setiap orang ada untuk membawa manfaat bagi orang sekelilingnya. Dan aku ingin hidup lebih lama untuk membahagiakan anak, bapak, suami, mertua, saudara2ku, para sahabat, anak2 muda penggiat UKM, khalayak ramai yang membutuhkan ilmu dan uluran bantuan aku. Ketika aku kembali kepadaNYA nanti, aku tahu merekalah yang menangis kehilangan dan bukan aku. Orang yg meninggal tidak pernah takut akan yang ditinggalkan, namun lebih takut dengan apa yang akan dihadapi di alam lain nanti.
Alhamdulillah, cinta kasih para sahabat dan saudara mengalir tanpa henti. Selama opname di RS, banyak sekali yang mengunjungi, membawakan makanan, mengirim bunga, mengirim buah2an, buku, dll. Bahkan ada yg membawakan kangen water yg konon sdh di proses mendekati air zam zam sehingga bisa mencegah kanker. Kunjungan dan kiriman ini ga berhenti hingga hari ini. Padaal sudah hampir sebulan…. Luar biasa, Alhamdulillah. Inilah juga alasan aku untuk segera sembuh,  ingin segera bisa berinteraksi secara normal dengan orang2 yang aku kasihi dan membalas perhatian mereka.
Apa sih sebenarnya penyebab sakit kanker? Banyak paradigma yg tersebar di masyarakat mengatakan penyebab kanker adalah pola makanan yang buruk, manajemen stress yang buruk, keturunan, pola hidup, polusi udara, dll. Aku cenderung mengatakan Kanker atau jenis penyakit lain adalah Misteri Allah, sehebat2nya diagnosa dokter tidak ada yang 100% benar. Aku bertanya kepada dokterku apakah aku harus diet dan memiliki pantangan terhadap beberapa jenis makanan? Jawabnya adalah  Yg penting halalan toyiban aja yah…. Kan di dalam Al-Quran kita harus makan sesuai ajaran islam. Tidak boleh dikurangi dan tidak boleh dilebihkan…   Beberapa pendapat mengatakan bahwa kanker disebabkan oleh stress atau pola hidup yang buruk, namun kenapa banyak juga bayi umur beberapa bulan sudah mengidap kanker? Mungkin faktor lingkungan seperti polusi udara, obat2an, kelebihan hormon lebih tepat. Semua penyakit timbul akibat ulah manusia yg merusak tatanan kehidupan di bumi. karena Allah juga berfirman di dalam Al-Quran :
“….Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan” [2:60]
Category: Menempa Calon Pengusaha  Comments off

Transformasi Karyawan Menjadi Pengusaha #Kepompong

Pilihan menjadi karyawan selamanya atau mulai belajar jadi pengusaha selalu mejadi pilihan yang sangat sulit. Demikianlah apa yang pernah saya alami selama hidup saya. Sebenarnya apa sih bedanya karyawan dengan pengusaha? Keduanya adalah peran yang mulia. Tapi pengusaha berperan aktif dalam memutar roda ekonomi lhoo..
Menjadi pengusaha adalah pilihan karir juga kok…. Tapi memang jenjangnya lebih tinggi daripada karyawan. Karena Allah SWT berjanji membukakan 9 pintu rejeki bagi para pengusaha. Alhamdulillah…
Perasaan was-was atas ketidakmampuan kita ketika kita memutuskan mengambil jalur sebagai pengusaha seringkali terjadi sama halnya ketika kita dipromosikan menjadi manajer baru… Keputusan menjadi seorang pengusaha dan meninggal karir kita sebagai karyawan itu adalah perubahan sangat besar dalam hidup kita. sama seperti ketika kita baru menikah, nah itukan juga segala-galanya menjadi berubah juga kan? Mulai dari siklus jam tidurnya, cara menghadapi masalah, tanggung jawabnya, dll. more »

Bangkit Dari Bangkrut

Sebenarnya berat banget untuk sharing pengalaman nyata bangkit dari kebangkrutan ini karena sama aja mengingatkan kita terhadap sesuatu yang sangat menyakitkan.
Selain itu rasanya tidak nyaman yah kalau dalam cerita ini nanti ada sedikit menyinggung pihak lain yang terlubat. Tapi bukan itu maksud saya.
Ok, sebagai ilustrasi aja saya akan flash back apa yang terjadi 6 tahun yang lalu dan akan simpulkan sikap atau strategi apa yang harus diambil dalam situasi usaha kita bangkrut.

Ketika itu tahun 2006, mendadak mitra kami sebagai pemilik saham 20% dari usaha kami hengkang tanpa pesan membawa seluruh isi perusahaan. Yang tinggal hanyalah kantor kosong belaka yang sewanya belum terbayar, tagihan supplier dan tunggakan pajak yang setelah dihitung2 mencapai lebih dari 1 milyar!! Sementara ketika di cek, eh saldo di bank kosong loh sodara2… Asyik kan? Padahal seminggu lagi harus menggaji sekitar 100 pegawai *langsungpucat* . Oh no, sekarang apa donk yang harus dilakuka ? OMG… *sakitperutdeh*… Calm down. Yak ambil nafas… In-hale.. Ex-hale.. Mari berfikir lebih jernih untuk bisa cari solusi, jangan panik lita… You can do it!!
Mau ngomel2?? Mau teriak?? Percuma kan? Dengan cara itu toh, saldo akan tetap kosong… Kantor masih kosong, sementara karyawan bisa aja demo sebentar lagi
Sekarang yg bisa dilakukan adalah selesaikan beberapa hal secara paralel, cepetan… Hurry up!! Stress level 2 bow. Hoop!.. Hoop!… Hoop!… Mari berpacu melawan waktu, jangan sia-siakan sedetikpun waktumu *saatnya main sirkus* more »

Analisa Resiko Bisnis Anda

Dalam memulai bisnis, sebaiknya pelajari detail segala aspek bisnis tersebut sedetailnya dan analisa resikonya sebelumnya terjun bebas ke dalam bisnis tersebut. Bisnis itu turun naik seperti siklus kehidupan. Ada untung ada rugi, hadapi tanpa emosi… ketika untung jangan nafsu belanja, ketika rugi jangan patah semangat. Maju terus pantang mundur.

Perencanaan bisnis tidak menjamin mendapatkan keberhasilan,namun PASTI meningkatkan probabilitas memperoleh keberhasilan. Perencanaan memang idealnya dilakukan secara matang sebelum memulai berbisnis. Namun kenyataannya, banyak perusahaan besar seklaipun sekarang tetap menjalankan strateginya walaupun perencanaannya masih setengah jalan. “half planned design” ini terpaksa dijalankan demi mengejar pergerakan pasar. Jangan sampai kehilangan pasar gara-gara kelamaan mikir. action is much more important than plan.

Problem pengusaha mikro, pengeluaran tetap tapi penghasilan naik turun. Siasati dengan mencari order volume besar dengan priode panjang. Tentu dengan menurukan harga/harga spesial. Dengan begitu keberlangsungan usaha lebih terjamin walaupun selisih keuntungan masih tipis. Nah ini saatnya untuk membangun brand equity. Dengan terbangunnya bdand equity, maka sedikit demi sedikitkan nantinya margin bisa ditingkatkan. more »

Alihkan Ke Yang PROF


Outsourcing atau alih daya adalah konsep pengalihan sebagian bisnis proses atau knowledge kepada pihak luar yang dianggap memenuhi persyaratan untuk itu.
Biasanya yang di outsource adalah proses bisnis yang sifatnya tidak berhubungan dengan strategi dan kelangsungan produksi (non core), contoh : office boy, supir, messenger, dan lain sebagainya.
Saat ini, proses yang inti (core) pun sudah mulai di alih dayakan tapi harus kepada ahlinya seperti yang terjadi di industri migas (perminyakan dan gas) dimana pemindahan rig dari satu titik ke titik lainnya yang melibatkan ratusan orang dan puluhan tenaga ahli pada bidangnya masing-masing akan dipimpin oleh seorang rig moving specialist dimana resiko kesalahannya yang diakibatkannya dapat mengakibatkan ratusan ribu USD per hari nya. more »

css.php