AKU INGIN MENJADI SEORANG “IBU”

Kusisir perlahan rambut panjang ibu untuk terakhir kalinya. Ibu terbaring kaku dibawah selendang batik kesayangannya dengan bau aroma parfum melati merebak memenuhi ruangan. Kumelihat dengan sembunyi2 wajah2 murung di sekitarku yang menagis pilu menghadap ke pembaringan ibu. Aku sungguh tak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Yang kutahu esok hari mungkin tidak ada ibu lagi yg akan menyiapkan sarapanku, yg akan melambaikan tangan mengantarkanku, yg akan menyambut dengan pelukan kedatanganku, yg sibuk di dapur memasakkan kesukaanku….
Ibu, tiba2 aku merasa kesepaian. Aku BUTUH SEORANG “IBU”
——
Kumenjerit meminta anak2ku memahami betapa lelahnya aku hari ini mengurus bisnis kami yang luar biasa masalah akibat riba. Ya mereka harus memahamiku. Karena aku tidak bisa paham bagaimana perasaan mereka yang selalu aku tinggalkan.
Aku sibuk mengejar mimpiku menjadi pebisnis sukses dengan seribu tepukan tangan di sekelilingku. Kuhanya tau bagaimana mengejar kesuksesan semu itu. Kuhanya mau membalas kesepianku ditinggal ibu di usia 8 tahun dulu dengan memaksa anakku memahamiku selaiu.
—–
Ya Allah maafkan aku… Kusadar aku tidak akan di Hisab jika aku gagal dalam bisnisku.
Tapi aku akan di Hisab jika aku gagal menajdi istri dan ibu….
Ya Allah ampuni aku…
Anak2ku, aku ingin menjadi “IBU” yg selalu siap mengantar jemputmu
Anak2ku, aku ingin menjadi “IBU” yg selalu membuat kalian merasa nyaman dirumah bersamaku
Anak2ku, aku ingin menjadi “IBU” yg mampu memasakkan makanan kesukaan kalian spt yg ibuku masakkan untukku dulu
Anak2ku, maafkan aku. Bantulah aku agar bisa MENJADI SEORANG “IBU”
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

css.php