Cara Unik dan Murah Mendongkrak Merk

Sebuah merk harus berkepribadian shg yg menggunakan merk tersebut juga dapat menemukan identitas dirinya yg terefleksi pada saat menggunakan merk tersebut. Sebaliknya idendidas pembeli juga mempengaruhi karakter merk. Misalnya kita ingin produknya kita berkelas dunia, namun banyak dipakai ke pasar kan merknya jadi kurang Kuat

Sebuah merk harus mampu membangkitkan emosional pelanggan.
Memberi merk pada sebuah produk adalah sebuah seni. krn merk hrs dpt mengekspresikan sifat dasar & istimewa yg memenuhi kebutuhan konsumen
Sebuah merk harus eksis dalam benak pelanggan dan harus gampang di ingat pelanggan
Sebuah merk harus menciptakan posisi positif dari pelanggan terhadap kualitas dan superioritasnya relatif terhadap pesaing
Sebuah merk memiliki nilai-nilai khusus yang melekat dalam rangka positioning merk tersebut
Pelanggan loyal terhadap sebuah merk dan tdk akan berpaling jika merk tsb memenuhi nilai2/karakter yg sesuai dengan kebutuhannya


Yuk mari kita sharing mengenai “a story of H-bags”… Penjualan tas bermerk papan kelas atas yang sulit dipercaya… Why?
Waktu jalan2 ke eropa, saya masuk ke counter tas branded yang harganya selangit (seharga mobil!) tau ga kalau tas itu di jual di jakarta marginnya naik 50%… Sehingga harganya tembus ke langit ketujuh (bisa seharga rumah RSS loh)…
Konon tas ini digila-gilai banyak artis hollywood sejak tahun 1827 dan grace kelly adalah konsumen loyal sehingga salah satu nama tas tersbut menggunakan nama beliau
Di Indonesia tas ini digila-gilai para ibu pejabat, artis dan kaum jet set. Jangan merasa jet set kalau belum punya minimal 5 warna
Jadi penasaran ya kenapa sih ada tas super mahal tapi pembelinya evangelist bahkan pesannya pun indent 1 tahun!! Ck ck ck bgmn cara membangun Brand equity yang luar biasa.
Bahkan tas ini dianggap investasi oleh sebagian orang karena bisa dijual lagi dengan harga masih lebih tinggi dari harga aslinya
Kenapa tidak ada produk Indonesia yang bisa go Internasional dan di apresiasi pembeli di negara-negara lain seperti itu ya? Kemungkinan karena akar masalahnya adalah kegagalan sementara menaikkan citra Indonesia sendiri sebagai negara produsen barang-barang berkualitas
Salah satu cara yang dilakukan teman saya untuk menjual tas ini di Indonsia adalah dengan membentuk komunitas, dimana para ibu-ibu memiliki sesi pertemuan dan dapat merasa #sesuatubanget karena bisa diterima dalam komunitas tersebut karena mampu memiliki tas dari merk tersebut. Smart ya? Dia malah mengadakan acara ultahnya di hotel bintang 5 dengan tema “High Tea & BBQ” …. Dan digelarlah permainan bingo yang seru sekali!!! Cara cerdas mengelola komunitas kliennya nih… Congtratzz

Apa yang kami lakukan dalam mendongkrang merk usaha kami mungkin juga dapat dijadikan contoh. Kami tidak pernah memiliki alokasi dana yang memadai untuk melakukan iklan besar-besaran untuk produk jasa kami, kami juga tidak pernah melakukan cara penjualan yang maksa dan proaktif. Yang kami lakukan adalah membina hubungan baik dengan siapa saja, menjaga integritas dan kredibilitas kami, meyakinkan pihak lain bahwa kami mampu memenuhi janji…. Nah, inilah membawa banyak peluang datang mengetok pintu gerbang kantor kami dengan sendirinya tanpa di undang…. That’s what we call it how to build our own brand equity.
Proyek pertama yang berskala kecil kami kerjakan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin. Inilah investasi nama baik untuk promosi masa depan.
Proyek-proyek kecil, sedang dan besar terus di peroleh PT Estetika Selaras atas nama baik dan referensi nama teman, sahabat dan keluarga.
Bahkan referensi seringkali diberikan oleh karyawan, ex karyawan, klien, ex klien untuk memilih kami. Sungguh merupakan anugerah bagi kami. Mungkin yang mengunjungi blog ini tidak ada yang kenal nama PT Estetika Selaras karena memang tidak pernah kami promosikan selama 15 tahun. Tapi alhamdulillah kami bisa mempertahankan kelangsungan perusahaan. Bahkan setelah berhaji tahun 2008, order besar-besaran dititipkan Allah kepada kami. Hingga usaha kami berkembang secara drastis 3x dalam setahun. Banyak teman lama yang tidak pernah ketemu 15 tahunpun berbondong2 memberikan referensi kerjaan untuk PT Estetika Selaras. Subhanallah…
Kerja amanah, jujur, fokus dan profesional… Itulah definisi sesungguhnya bagi saya untuk membentuk Brand Equity yang bernilai dan menekan promosi yang overselling.
Semua ini dimulai sejak saya masih kuliah, saya selalu berusaha penuh mendapatkan nilai terbaik dan aktif dalam berorganisasi kampus. Banyak sahabat kampus yang juga berikan referensi karena pengalaman berinteraksi di masa kuliah.
Ketika masih jadi karyawan, selalu berikan kinerja terbaik untuk perusahaan dimana kita mencari nafkah. Jadilah karyawan teladan, kerja jangan banyak perhitungan ambil kesempatan mengerjakan proyek apa saja karena itu seperti sekolah gratis. Dari sinilah saya juga banyak mendapatkan referensi proyek.
Dimanapun & kapanpun buatlah kesan positif & jaringan pertemanan yang baik. InsyaAllah jadi tabungan promosi tanpa perlu mengeluarkan dana.

Di shenzen, kalau kita berani tawar harga maka bisa dapat diskon up to 80 % lebih murah. Pedagang terlatih memberikan “image” harga murah. Tapi jangan tanya kualitasnya, ga ada yang jamin bow!
Yang parah, kalau belanja di shenzhen itu para pedagangnya tough banget. Judulnya “peluang tidak boleh hilang” malahan ada kasus sebelum pembeli bersedia bertransaksi, maka pembeli akan dikunci di dalam toko ga boleh keluar! Parah dahsyat….
Peluang tidak boleh dilepas, harus ditekuni terus menerus hingga duit bisa berpindah tangan.
Para produsen china bersedia menjadi follower alias membuat replika dari barang-barang bermerk papan atas yang sudah punya nama dan pasar. Ketika produk mereka sudah mampu merebut pasar, mereka mulai melempar produk baru dan menjadi trend setter dan leader di market nya.
Selain itu kecanggihan para pedagang di china adalah mereka mampu membangun motivasi membeli dari seorang calon pelanggan dengan memberikan sentuhan yang sifatnya personal dan dimulai dari hal2 kecil
Salah satu kompetensi yang unggul dari para produsen china ini adalah kemampuan merka membangun brand equity negaranya, china, adalah negara yang mampu menyediakan produk yang paling murah atau “value of money” yang sangat pas.
Strategi mereka adalah mengambil marjin keuntungan setipis mungkin demi memperoleh footprint di pelanggan yang baru.

Salah satu kehebatan walt disney adalah membuat orang bersedia membayar lebih walaupun resikonya terpanggang dibawah terik matahari. Kenapa merk Disney bisa begitu terkenal? Pertama karena konsep entertainment yang dia jual adalah ungkapan mimpi banyak anak kecil. Anak kecil pasar konsumtif yang paling besar, selain itu dia mampu menjadi trend setter sehingga banyak orang merasa belum keren kalau belum pernah mampir disney land. segala merchandise yang bermerk disney di design secara halus dan sangat menggemaskan dg banyak inovasi.

Ada beberapa merk dalam negri juga yang memiliki cara unik dalam mendongkrak usahanya seperti halnya @maicih walaupun menghadapi persaingan yang ketat yang konon datang dari ex partnernya sendiri, pemilik @maicih tidak kehilangan ide. Metode penjualan keripik pedas tersebut dibuat seolah2 misterius dan sulit dibeli. Sehingga membuat banyak orang penasaran. Selain rasanya yg memang enak tapi pedas banget, @maicih rajin membuat varian baru serta berjualan dengan cara berpindah-pindah. Sehingga merek @maicih begitu terkenal dikalangan anak muda mulai dari anak SD. Saking terkenalnya merk ini, bahkan ada 2 merk yang sama dengan logo yang berbeda. Bagi penggemarnya mudah sekali untuk membedakan mana merk @maicih yang “asli” dan Mana yang bukan.

Masih seputar makanan, di Bali juga terkenal pia Legong yang sangat digemari wisatawan terutama yang dari jakarta. Dulu oleh-oleh dari Bali adalah salak dan kacang Bali. Apa merek terkenal dari kacang Bali? Tidak semua tahu bahwa merk matahari itu yg paling enak, dan begitu banyak macam merk kacang Bali yang beredar. Saat ini kacang Bali menduduki urutan kedua dari oleh- oleh Bali yang dicari setelah Pia Legong. Walaupun kemudian banyak Pia-pia lainnya yang berrmunculan, para pelanggan tetap setia mencari pia dengan merk Legong. Bahkan banyak pia yang bermunculan dengan gambar dan warna kemasan yang nyaris sama atau dengan merk yang mirip seperti Legok sekalipun tetap saja Pia yang satu itu yang dicari. Pia Legong sendiri bukan makanan asli Bali, namun foundernya Ny. Tjin melihat peluang belum banyak alternatif oleh-oleh dari Bali. Yang membuat merk itu berkibar, adalah rasanya yang luar biasa serta cara penjualannnya yang agak sedikit “sombong”. Bagaimana tidak sombong, kalau ingin beli pia tsb dg cara walk in, jangan harap dilayani. Jika kehabisan di outletnya atau luap pesan 2 minggu sebelumnya memang pia ini masih bisa dipesan sih… Paling banter beli di bandara atau di reseller dengan harga 50% lebih mahal. Jika pesan  kurang dari 2 minggu, kemungkinan besar di tolak dengan alasan kapasitas produksi tidak memungkinkan. Padahal dengan omzet seperti itu harusnya bisa membangun kapasitas produksi yang lebih. Kemungkinan Ny. Tjin mengikuti pola penjualan tas Hermes… Hahaha

Ada lagi, cara mengangkat merk yg unik ala Factory Outlet “Rumah Mode”. semua orang tahu Bandung adalah pusat mode, dulu namanya Paris van Java sekarang menjadi pusat Factory Outlet. Bahkan wisatawan dari Malaysia dan Singapore bisa terbang direct dari negaranya ke bandara Hasan Sadikin Bandung. Tahun 1998 pertama kali saya menegnal FO di Bandung saya masih bisa jual kembali di jakarta dengan harga sangat baik karena belum banyak yang tahu mgn keberadaan FO ini. Saat ini sulit untuk menjual kembali baju FO selain harganya sudah mahal dan juga persaingan sudah ketat. Rumah Mode hampir tidak pernah sepi pengunjung baik di hari kerja apalagi di tanggal merah. Ketika FO lain sepi, Rumah Mode tetap ramai pengunjung.    Apa sih rahasianya? Saya perhatikan karena barangnya selalu baru dan lengkap, sementara FO lain masih penuh dg stock lama. Baju dg kategori slow moving walaupun kemungkinan stock nya masih banyak akan dikeluarkan sedikit saja dan dikelompokkan menjadi satu dan diberi label besar “Last Pieces” yang memberikan kesan laku dan mendorong orang untuk melirik.
Rumah mode juga menerapkan konsep one stop shopentertainment dengan mengundang usaha kuliner untuk kerjasama, bahkan tempat bermainpun juga ada. Konsep ini juga digunakan oleh SKI (Sentra kerajinan Indonesia) – pusat penjualan tas dan sepatu kulit tapi imitasi di wilayah tajur, Bogor. Bayangkan saja Tajur juga terkenal sebagai pusat sepatu dan tas kulit imitasi sehingga tokonya menjamur dimana- mana, namun SKI demikian terkenal dikalangan ibu-ibu sehingga menjadi tujuan wisata. Di SKI banyak makanan daerah yang diajak bekerjasama untuj menggelar jajanannya dan bisa dinikmati pengunjung saat melepas lelah setelah belanja seharian. Bahkan SKI berkolaborasi dengan para pesaingnya yang sepi pembeli yang banyak bertebaran disepanjang jalan menuju tempatnya. Yaitu dengan cara membolehkan mereka menitipkan barang yang sudah di seleksi tentunya dengan sistem konsinyasi. Hal ini mengokohkan merk nya dan meminimalisir kompetisi serta menekan biaya produksi.

Nah, itulah beberapa contoh bagaimana membangun merk dengan cara yang unik.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current month ye@r day *

css.php