Archive for the Category » Menghitung Pajak Perorangan «

Menghitung Pajak Perorangan

Semua pendapatan dan fasilitas tunai yang diterima oleh individu kategorinya penghasilan sebagai obyek pajak.
Semua fasilitas/kenikmatan yang dibayarkan oleh perusahaan dianggap juga penghasilan sebagai obyek pajak termasukkaraoke atau makan2 bareng.
Suami istri sebaiknya melaporkan perhitungan pajak dengan NPWP suami saja karena lebih murah bayar pajaknya, karena PPH21 istri dihitung sebagai pajak final.
Jika pelaporan suami istri terpisah menggunkan NPWP masing-masing, maka ada resiko ketika pelaporan 1770 keluarga tersebut harus membayar kekurangan pajak.
Istri membayar kekurangan pajak 44% dan suami mendapat porsi 56% diakhir pelaporan pajak tahunan.
Fasilitas yang diberikan ke karyawan dapat dikategorikan sebagai benefit in cash ( BIC) atau benefit In Kind (BIK).
Benefit in Kind ( BIK) tidak kena pajak PPH21 namun jika tidak terbukti untuk kepentingan usaha dan untuk kenikmatan karyawan maka kategorinya akan berubah menjadi Benefir in Cash (BIC).
Benefit In Kind (BIK) dapat dibebankan di dalam laporan keuangan sebagai biaya usaha.
Fasilitas yang diberikan ke karyawan untuk penyelesaian pekerjaan dapat diklasifikasikan menjadi Benefit in Kind (BIK) contoh seperti pulsa blackberry. Untuk handset atau laptop yang tidak dibawa pulang ke rumah oleh karyawan dan terbukti hanya digunakan untuk kerja, maka tidak akan dikenakan PPH21 kok.
Benefit in Cash adalah fasilitas yang diberikan secara tunai seperti : uang saku perjalanan dinas, pulsa HP dengan no atas nama karyawan. Makanya no HP untuk karyawan yang disediakan oleh perusahaan sebaiknya didaftarkan atas nama perusahaan saja.
Premi asuransi termasuk BIC maka dikenakan PPH21 karena didaftarkan atas nama karyawan.
Untuk menghindari pengenaan pajak PPH21 terhadap premi asuransi maka biaya kesehatan harus dibayar langsung oleh perusahaan ke provider/RS.
Dalam melaporkan 1770 maka suami istri yang melaporkan secara terpisah tetap harus memasukkan hitungan pasangannya serta semua harta & biaya hidup.
Dalam menghitung PPH21 sebulan selalu menggunakan asumsi penghasilan setahun seperti gaji, uang transport, per diem, premi asuransi, bonus & THR.
Penghasilan yang dikenakan pajak akan dikurangi PTKP (penghasilan tidak kena pajak), iuran pensiun, JHT 2% dan biaya jabatan. Contoh untuk karyawan yang belum menikah, maka status pajaknya TK0 dan nilai PTKP nya senilai Rp 15.840.000 setahun.
PTKP tergantung status pernikahan karyawan, bagi wanita selalu dianggap status pajaknya sebagai TK0 ( tidak menikah dan tidak punya anak).
PTKP untuk janda bisa saja diperhitungan sebagai status pajak TK1-TK3 tergantung jumlah anak asal ada pembuktian surat kematian suami.

Contoh perhitungan pajak :
1) Hitunglah semua total penghasilan tunai yang diperoleh karyawan dalam setahun yaitu berapa yang temasuk iuran jamsostek dan juga premi asuransi
2) Sari total pendapatan setahun tadi maka bisa dikurangi biaya jabatan, premi JHT dan PTKP. Sisanya baru dikenakan pajak deh
3) Pajak penghasilan pribadi atau PPH21 itu dihitung secara progressive yaitu 50 jt pertama 5%, 250jt berikutnya 25% dan diatas itu 30%

Untuk pelaporan 1770, PTKP yang dilaporkan suami/ istri itu, pakai status pajak KI0 -KI3 yang artinya menikah, punya anak dan pasangan berpenghasilan.
Hindari melaporkan bahwa pasangan adalah ibu rumah tangga tanpa penghasilan jika harta dan biaya hidupnya tinggi melebihi penghasilan suami. Bisa2 di investigasi kantor pajak.
PPH21 dihitung sesuai dengan klasifikasi kontrak kerja apakah karyawan tetap, karyawan tidak tetap, tenaga harian atau tenaga ahli. Di dalam kontrak kerja karyawan juga harus jelas berapa gaji yang tertera apakah itu nett (tidak termasuk pajak) atau gross (belum dipotong pajak). Di dalam kontrak kerja karyawan juga harus jelas siapa yang akan membayarkan pajaknya. Perusahaan atau karyawan. Menurut UU pajak seharusnya perusahaanlah yang berkewajiban menghitung, memotong dan menyetorkan pajak ke negara.
Penghitungan PPH21 tenaga ahli adalah 50% dari DPP ( dasar pendapatan kena pajak) dan PTKP hanya digunakan jika penghasilan dari satu sumber saja.
DPP 50% ini berlaku juga untuk posisi seperti penjaja dagangan, kurir, pengelola proyek, pemain musik, trainer, pengarang, peneliti dan olahragawan.
Expat yang bekerja kurang dari 183 hari dikenakan PPH26 sebesar 20% begitu hari ke-184 berubah jadi wajib pajak dalam negri dengan hitungan PPH21.
Kalau pada tahun fiskal tersebut si expat menjadi WPDN maka PPH26 yang sudah dibayarkan dianggap sebagai uang muka PPH21.

Jika karyawan pindah kerja di tengah tahun, maka sebaiknya bukti potong PT sebelumnya segera diberikan ke PT yang baru jika tidak maka perhitungan 1770 akan kurang bayar.

Jika karyawan meninggal dunia atau tidak bekerja lagi dengan alasan lain (cacat, pensiun) pada tengah tahun, maka perhitungan pajak harus dipersetahunkan dan di hitung prorata.

css.php