Blog Archives

UTANG PENGUSAHA KELAS KAKAP

Kemarin suami saya pergi sendiri menemui sahabat lamanya yg sudah jarang bertemu.

Sahabat lama ini jarang tinggal di rumah dia di kawasan termahal di jakarta itu. Dia dan keluarganya lebih banyak menghabiskan waktu di salah satu kota besar di Eropa. Bisnisnya yg menggurita dg kantor pusat di luar negri lengkap dengan karyawan2 bulenya.
Singkat cerita, suami saya ingin mengajak syirkah (kerjasama) sahabat tersebut yaitu dengan mengolah rumah tempat kami tinggal menjadi townhouse kecil shg lebih mudah untuk dijual. Semua kami lakukan adalah merupakan ikhtiar untuk lepas dari utang riba.
Ngobrol panjang dengan sang sahabat, ternyata dia kehabisan uang tunai. Dia mengaku cash flownya defisit, padahal total nilai aset bisnisnya sdh trilyunan. Aset pribadi yg di miliki ratusan milyar tapi ternyata secara pribadi dia sudah berutang hingga 11 digit. Ini diluar utang usaha dia yg pastinya di atas Trilyun2 itu.
Sang sahabat menawarkan “line of credit” dia di bank untuk suami saya. Suami saya terperangah dan dg halus menolak dan menjelaskan maksud kedatangan suami justru ingin meninggalkan pinjaman di bank karena sudah tidak tahan membayar bunganya lagi. Suami belum sempat berdakwah sebagai sesama muslim soal dosa & kehancuran menggunakan riba.
Dan jawaban temen itu singkat saja “benar kamu, kita harus segera stop pinjaman di bank dan sebaiknya kita jual aset2 kita saja. Itu cara yg terbaik. Saya akan lakukan hal yang sama.”
Suami menemukan bukti sendiri. Bahwa pengusaha kelas kakap sekalipun ternyata menderita dengan utang riba ini walau bisnsnya dari luar tampak mengagumkan.
Pulang dari sana, suami semakin mantap. Yang tadinya masih pilih2 mana aset yg boleh di jual dan mana yg ditunda, sekarang dia dengan tegas menyatakan “mana aja yg paling cepat untuk melunasi utang riba, sekalipun itu kantor tempat kita kerja atau bisnis utama tempat kita mencari nafkah”
Semoga Allah meRidhoi semua jalan yang yang kami tempuh. Mohon doanya teman2.
- From the Desk of @LitaMucharom -
Category: Menempa Calon Pengusaha  Comments off

“SAVE BY THE BELL” (Red : “Akhirnya kapok juga”)

By @LitaMucharom

Saya mencoba mengingat2 saat pertama kali kami mulai bersentuhan dengan Hutang…

Hmm, oh ya kala itu awal tahun 2001 sy menjadi manajer salah satu perusahaan multinasional di usia 28 thn. Gaji sy saat itu sebenarnya tidak terlalu fantastis dibandingkan manajer lainnya, namun cukup membuat kami terlalu PErcaya Diri untuk mengajukan KPR rumah pertama kami di citra gran Cibubur. Rumah ala bali itu sangat indah persis di depan danau dan taman yg cantik di dalam komplex yg lengkap dg seluruh fasilitasnya. Rasanya WOW banget pindah dari rumah ukuran 75m2 ke rumah yg 3-4x lebih besar itu. Namun. Rupanya Allah tidak Ridho kami menikmati riba, Bbrp bulan kemudian sy menerima “Golden shakehand” alias keluar dari pekerjaan / jobless. Padahal suami adalah pebisnis dengan pendapatan yg masih “senin-kamis”. Sebagian besar uang pesangon yg sy terima sy bayar untuk menutup sebagian hutang pokok KPR & kami hidup 3 tahun tanpa pendapatan tetap dan sisa cicilan KPR (manteb banget deh)

Belum kapok dan sadar juga, pd thn 2004 suami sy mengembangkan usaha arsitekturnya yg telah dirintis sejak thn 1996 itu menjadi penyedia jasa pemeliharaan gedung. Mendapatkan kontrak senilai 1,7m saat itu rasanya udah berasa udah jadi pengusaha kelas kakap & untuk membiayai proyek ini kami langsung melirik Deposito ayah saya untuk “disekolahin” di BPR. Itulah awal prahara berikutnya, tagihan 500jt macettt.. cet!! ga bergeming berbulan2, bunga menggunung dan ayah sayapun ikutan sakit perut… Bukan hanya itu saja, thn 2006 usaha kami nyaris bangkrut, kantor kosong dan saldo usaha minus 1,5milyar… Rupanya Allah Maha Baik sekali lagi mengingatkan kami jangan menikmati riba.

Ehh.. Tapi… Ga kapok juga, pada thn 2008 kami memenangkan tender senilai 12Milyar untuk tenor 2 thn dg kenyataan saldo usaha kami di bank cuman 10jt. Bgmn mau menjalanakan proyek ini? Klien saja tdk percaya, bahkan kontrak kami mau dibatalkan. Akhirnya ayah saya merelakan deposito & rumahnya untuk dijadikan agunan pinjaman modal kerja di bank. Dg dana itupun kami menutup KPR rumah di citra gran. Bukan krn takut riba … Bukann.. Anda salah!! kami tutup KPR nya sebab rumah itu mau kami “sekolahin” lagi… Dan bisnis kami berkembang 3000% sehingga sejak 2010 kami dihujani banyak award : Ernst & Young, Asia Pacific, ASEAN secretriat di kamboja dll. Award2 yg membuat manusia ujub/sombong dan lupa daratan. Hidup kamipun berubah drastis, pindah rumah ke kawasan mahal di jakarta dg luas 4-5x lebih besar. Semua mobil yg dulunya jadi idaman ketika “kere” sekarang mampu dibeli semua. Dan kamipun pindah dari kantor sewaan ke ruko 6 lantai milik sendiri. Spy lengkap, kami jg menunaikan ibadah haji dg ONH plus2…. Sepulang haji ini, Allah Alhamdulillah memberikan “ganjaran” ke kami berupa tagihan macet saudara2… Kali ini nilainya fantastis !! Saya menangis melihat saldo bank yg mulai seret ketika dibuka semua laporan keuangan saya baru sadar tagihan kami 9 M (mohon dibaca SEMBILAN MILYAR) belum dibayar salah satu klien kami plus masih ada tagihan macet lainnya.. #PingsanSeketika
Bukan hanya itu saja, salah satu klien kami yg dimiliki temen dekat kami gagal bayar hampir 1 milyar krn usahanya “dipailitkan”

Eh, sepasang pebisnis mabok ini belum kapok jugaaaa… Pinjaman modal ditingkatkan kali ini dg menyekolahkan ruko ayah mertua dan ruko kantor kami… Ck ck ck bangga sekali keluar dari bank sekarang pinjamannya udah 11 digit dan Allah Maha Pengasih memberikan kami peringatan yg berikutnya. Adik kakak saya “menyidang” saya dan meminta saya melepas agunan rumah ayah saya sambil menyampaikan rasa marah mereka. Hati saya hancur, hubungan saya dh orang2 terkasih lebih hancur lagi. Saya menangis siang malam krn “sakit hati” dan mulai rajin berdoa kpd Allah untuk dimudahkan membayar hutang bank tsb agar agunan rumah ayah saya terbebas.

Benar kata ustadz SA, orang yg terbiasa berhutang akan mencari solusi menutup hutangnya dengan cara mencari hutang baru ✌️Hutang baru kami dapatkan dg melakukan tukar guling agunan rumah ayah saya dg rumah kami yg lebih besar shg total pinjaman modal kerjapun meroket membuat kami bahagia sejenak…
Ternyata beban menanggung hutang ini terasa sangat berat buat saya yg kebetulan di posisi operation director yg harus berjuang keluar dari corporate trap dan melihat kenyataan cash flow yg melambat walau diguyur lebih banyak dana pinjaman bank. Pada thn 2012 sy menyadari ada benjolan sebesar klereng di leher saya dan pd bln oktober 2014 sy di operasi 2x, hari senin angkat tiroid dan kamisnya angkat tiroid satu lagi + KANKER nya.. Astaghfirullahhhh… Cukup sudah semua ini, ktk sy sulit siuman pada operasi ke2 sy mendapatkan Hikmah dari perjalanan spiritual sy bhw Allah ingin memberikan kesempatan sy sekali lagi untuk bertobat atas segala maksiat saya. Dan saya pun lebih keras lagi berdoa siang malam memohon terbebas hutang riba semata2 karena sy lelah dan tidak ingin sakit lagi. Sy tidak sadar akan dosa riba, sy benci berhutang ktk itu krn sy anggap sbg sumber utama penyakit saya. Sy ingin istirahat ga ingin terbebankan dg bisnis & hutang saya lagi. Nawaitu yg bener2 salah jendral…. Niatnya bukan karena Allah!! Jangan di tiru ya.

Dalam perjalanan tsb kami diberi referensi oleh saudara kami yg punya nama “sangat baik” di mata bank krn pinjamannya yg udah hampir 14 digit. Kami pun saat itu sangat “bersyukur” krn kami dapat lagi pinjaman lebih besar lagi dg agunan gabungan rumah mertua, rumah cibubur dan ruko kantor.
Tidak lama kemudian Allah kali ini benar2 murka terhadap kami (Astaghfirullah 100x) Maafkan kami ya Allah… Seperti betul2 ada yg Mengatur : DALAM KURUN WAKTU 8 BULAN… 90% tagihan kami macet, Semua tender kami kalah, semua kontrak batal didapatkan, kerugian dimana2 (bocor..bocor..), gagal bayar gaji karyawan pun terjadi dimana selama 10 thn berbisnis outsourcing tanpa cacat dg nama baik yg sblm nya prima itu ; “sakitnya tuh disinihhh…”
Blm lagi saldo kami berkali2 minus yg membuat kami harus menambah pinjaman bank dari plafon yg ada bahkan sy harus menjual semua emas batang simpanan saya….

Terus terang, Sebagai business coach sy sdh menyuntikkan semua ilmu manajemen yg saya tahu, Sampai saya akhirnya menyerah dan berkata ke suami saya “Sayanggg (ehem)… Kayaknya Allah ga Ridho deh dengan bisnis kita, kita udah bebas KKN, menunaikan semua shalat sunat, sedekah zakat jalan lancar, bapak yg pikunpun sdh kita rawat dg baik di rumah, menjaga silaturahmi dg teman2 & kerabat, CSR terus kita jalankan untuk menolong & memberi ke banyak pengusaha UKM muda….. Tampaknya ada Maksiat yg sdh kita lakukan, mari kita intropeksi diri masing2″.
Dalam situasi terhimpit ini, Sy pun mendadak mulai merasa terpaksa kerja rodi & diperbudak oleh pajak, bank dan klien besar2 itu. Sy marah, menangis, stress dan akhirnya sy bersimpuh memohon ampunn dan berdoa “Ya Allah, berikanlah kemudahan & petunjuk kpd kami untuk mampu melunasi hutang kami. Dan berikan hidayah kpd suamiku agar blio setuju untuk tidak menggunakan Hutang Bank lagi”

Ketika itu bulan juli 2015 di bulan suci Ramadhan… Allah mengabulkan doa saya dan memberikan Pertolongan melalui sahabat kami Yanty isa yg mengenalkan kami ke ustadz SAmsul Arifin. Dalam perbincangan sekitar 1-2 jam dengan temen2 di komunitas syarea ktk itu, suami saya terpana mendengar kisah2 #PengusahaTanpaRiba itu. Dan kemudian dlm perjalanan pulang suami saya berkata spt menggumam “Sepertinya kita harus lunasi semua hutang bank kita, hanya itu caranya”

ALLAHU AKBAR!!!
Allah Maha Besar, walau kami sudah sedemikian “bandel” Allah masih memberikan kesempatan untuk tobat sebelum kelak kami di panggil olehNYA….
Bayangkan kl Allah tdk memberikan petunjuk kpd kami ntah apa yg akan terjadi pada bisnis kami, pada keluarga kami dan tdk tebayang nanti siksa kubur dan neraka. Naudzubillah….

Lega rasanya terselamatkan di detik2 terakhir (save by the bell)

*tears*
#TerharuSangat

Category: Menempa Calon Pengusaha  Comments off

Kanker, mengajari aku arti kehidupan & indahnya kematian

Pagi ini, bahasan penyebab penyakit kanker di sosial media dari seorang sahabat mengusikku sehingga aku ingin sekali menceritakan semua yg aku alami, rasakan dan fikirkan sebagai salah seorang cancer survivor.
Maha Besar Allah dengan segala sifatnya, tepat 3 tahun yang lalu aku dan suami menyadari adanya benjolan di leher sebelah kanan sebesar setengah bola golf. Cukup besar namun tidak begitu kentara karena tenggelam diantara double chic ku dan lipatan rezeki di leher….
Sejak saat itu, kami rutin ke dokter, ahli pengobatan alternatif, minum obat2an herbal, MRI dengan radioaktif, cek USG berulang kali, cek thorax 2x, cek lab berkali2 (serem banget liat darah dan suntik…)… Semua kami lakukan sebagai ikhtiar untuk mengecilkan benjolan dan mendeteksi apakah ini tumor jinak atau kanker….
Akupun pernah membeli alat elektronik DR Warsito, sebenarnya ada efeknya seperti terasa dikemo shg kulit menjadi sangat kering, rongga mulut dan leher sakit dan perut mual2. Aku menghentikan menggunakan alat ini karena pemakaiannya buatku yang tidak praktis dan mengganggu tidur malamku dg suami… (#eh #censor)…
Menurutku apapun sakitnya dan bagaimanapun cara kita mengobatinya, yang paling penting bagiku adalah kita harus tawakal pada Allah untuk kesembuhannya. Berharap banyak agar digugurkannya dosa seiring dengan diangkatnya penyakit ini. Aku ingat, sebaris ayat di Al-Quran menyebutkan.
“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku” [26:80]
jadi jangan pernah berfikir, dokter A yg hebat sembuhkan penyakit saya atau minum ini itu kamu pasti nanti sembuh…bla bla bla… Jangan terlalu percaya
Oleh karena itu aku yakin hanya Allahlah yang maha tahu jika kenapa penyakit ini masih terus mengiringi hidupku. Tidak banyak sahabat, saudara dan staff kantor yang tahu mengenai penyakitku ini. Karena aku tidak ingin orang tahu dan mengulang2 menanyakannya ke aku sehingga menjadi doa yang negatif. Pada saat itu aku punya kenyakinan kuat bahwa benjolan itu hanyalah tumor jinak dan bukan kanker.
“Hadiah” sakit ini sedikit banyak telah merubah sikapku dalam keseharian seperti belajar menahan amarah, lebih sering santai daripada memforsir diri dengan tugas2 rumah dan kantor, lebih banyak pergi berlibur, lebih banyak melakukan kegiatan sosial, lebih sering berbagi rezeki dan ilmu kepada yang membutuhkan & lebih sering memperhatikan keluarga terutama orang tua.
Banyak permintaan berbicara di depan publik yang ditolak secara halus krn tidak ingin pergi keluar kota, banyak keanggotaan asosiasi yang dihentikan dan mulai selektif memilih kegiatan… Aku  sengaja memprioritaskan waktu untuk mengikuti pengajian dg materi yg serius, memperbanyak shalat sunnah, mempelajari makna ayat2 Al-quran, menulis, membaca dan bersosialisasi.
Semua aku lakukan sebagai persiapan kalau2 penyakit ini ternyata sangat parah, aku sungguh ingin kembali kepadaNYA dalam keadaan khusnul khatimah.
Setelah ditunda sekian lama, bahkan aku sengaja mengadakan pejalanan panjang setiap 2 bulan sekali dalam tahun 2014 sebelum memutuskan operasi : pergi umroh+palestina+jordan, keliling eropa dg ibu2 penggila tongsis, ke london mengantar anak summer school & ke aussie mengantar suami balap sepeda…. Sebenarnya semua jadwal libur itu adalah cara aku untuk “melarikan diri” dari tuntutan dokter untuk di operasi
Begitu pulang dari Perth, sekretarisku sudah menjadwalkan waktu konsultasi dengan Prof. Dr. Mukhlis Ramli SpB KoNK dan spt halnya 2 dokter yg lain, dokter mukhlis jg meminta aku tes USG (lagi), tes thorax dan tes lab (again?? Oh no!!)… Pada Pertemuan kedua, dokter memintaku tes jantung untuk persiapan operasi #EngIngEng *langsung panik* … Duh…., galau tingkat dewa deh rasanya karena aku paling takut di operasi. Kenapa takut? Ya iyalah takut, wong belum penah dioperasi seumur hidup. Bahkan aku  lebih baik menahan sakit melahirkan normal drpd harus cesar dibelah perutnya….
Pada hari yang sudah dijadwalkan, aku mendapat sms dari RS-MMC dg pesan “Ibu, Mohon konfirmasi apakah jadi operasi hari ini?” Rasanya ini jempol ingin rasanya mengetik jawaban “Tidaaakkkk*
Kusadari sepenuh hati bahwa aku bukan pribadi yang disiplin dalam merubah pola makan dan pola hidup, juga tidak telaten dalam menelan obat2 herbal, malas jg berolah raga kecuali golf dan renang. Pengobatan alternatif berupa pijat totokpun jadi bolong2 jadwalnya karena aku lebih sering pergi keluar kota diwaktu wiken… Selain itu perkembangan kesehatan selama 3 tahun bukan semakin membaik, namun benjolan semakin besar malahan menurut dokter semakin terbentuknya pengapuran. Kami berdua (aku & suamiku) yg tadinya sangat menolak melakukan operasi, akhirnya menyerah…..
Jadi teringat betapa Napaspun sering sesak & akupun sering batuk tanpa henti, mungkin karena aku jg mengidap penyakit  asthma & sinus atau mungkin jg karena benjolan semakin besar menutupi lubang leher. Mengingat ini semua, aku menjadi yakin bahwa operasi adalah yang paling tepat untuk profil, kebiasaan dan kondisiku saat ini.
Artinya, aku tidak selalu setuju dg operasi. Aku lebih menyarankan menggunakan alternatif terlebih dahulu, toh banyak temen yang berhasil. Namun kl kitanya sendiri kurang yakin dg keberhasilan pengobatan alternatif dan kondisi makin parah, maka aku lebih menyarankan menggunakan cara instan yaitu : operasi. Operasi tidak harus diluar negri kan? Aku sudah bosen dengan pertanyaan dan saran yg meminta aku cek ke singapore, shah alam dan penang untuk benjolan aku itu. Sungguh bukan soal duitnya, namun aku sangat ingin dokter Indonesia dihargai dan diangkat bangsanya sendiri. Toh nyatanya ga jelek2 banget kok…. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Halagh… #EdisiKampanyePresiden
btw, soale ibu bapak dan adikku juga dokter Indonesia looohhh… Jadi ya miris juga kl sampai orang indonesia sendiri kok malah ke luar negri untuk berobat. Jadi ingat slogan. #BeliJasaIndonesia #HadangAFTA2016 #AkuSungguhCintaIndonesia
Hari  itu aku meminta kepada ustadzku pak Umay Shiddieq untuk memberikan doa yang harus dibaca dalam persiapan operasi. Pak Umay berpesan untuk membaca berulang2 dan menghayati arti dari Surat 26 ayat 78-85. Salah satu ayat sangat menyentuh kalbuku hingga aku merasa lebih ikhlas, lebih pasrah dan lebih tenang untuk memasuki ruang operasi  adalah:
“dan Yang amat kuinginkan Allah akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. [26:82]….
Sungguh saat itu yang paling kuinginkan adalah dimaafkan semua kesalahan, kekhilafan, kebodohan yang pernah kuperbuat selama hidup. Sungguh, ntah kenapa saat itu aku tidak berpikir harus sembuh, dsb. Sungguh pasrah diantara 2 kemungkinan : hidup dan mati. Karena dokter juga sudah menjelaskan baik secara verbal maupun tertulis, bahwa operasi di bagian leher harus dilakukan dengan anestasi total. Yang artinya, pasien akan dibuat dalam keadaan koma dimana seluruh organ akan berhenti, jantung berhenti berdetak, aliran darah berhenti, paru dan napaspun berhenti. Maka seluruhnya akan digantikan mesin selama operasi berlangsung, Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat anestasi total salah satunya di urutan paling bawah aku membaca dengan mata berkaca2 yaitu : “Meninggal”
 Diantar Bapak, suami, kakak kandung (yg juga pernah kena kanker 2x) & suaminya, kami keluar dari kamar rawat menggunakan lift turun ke lantai operasi. Bener2 pasrah memasuki ruang operasi yang dingin dan hening sendirian di dorong suster menggunakan kursi roda. sebelumnya aku minta waktu untuk ke kamar kecil melepas hajat dan berwudhu. Menghapal ayat2 yg dititipkan oleh pak ustadz ternyata tidak mudah, sehingga aku tanpa sadar komat kamit seperti dukun sehingga dokter asisten yg memasang infus elektrolit senyum2 dikulum melihat aku yg merem sambil komat kamit itu…. Halagh!!! Ga tau gw takut di operasi dan di suntik ya dok? Pada saat itu, aku sungguh pasrah jika kelak mata ini tidak lagi bisa melihat orang2 yg aku kasihi. Tapi di dalam hati yg paling dalam aku takut, takut kembali padaNYA masih penuh dg dosa.
Operasi pengengkatan benjolan dan tiroid sebelah kanan berjalan lancar, walau di ruang pemulihan aku sempat muntah2 karena efek obat bius… Alhasil seluruh rambutku lengket. Kata anakku rambutku seperti milik orang gila yg diperempatan traffic light kalibata.. Hush!!! Sembarangan aja.. Hehe… Setelah operasi aku banyak di datangi para sahabat yang sangat menghibur, dengan ceria akupun bercerita panjang lebar kisah heroik awal mulai sakit hingga selesainya operasi. Walau suara parau yg keluar malah kadang sambil berbisik aku tetap cereweetttt ngobrol dan cekikikan dg para pengunjung… hehehe
Hingga keceriaan itu mendadak lenyap seketika pas dokter masuk ke kamarku jam 8 pagi hari ke2 diopname dan mengatakan : “Seperti yg saya sampaikan sebelumnya, ternyata betul tiroid anda terkena kanker stadium 2A” …. #DanKemudianHening…. Airmata mau menetes tapi aku gengsi nangis didepan orang lain…. Walaupun kemungkinan adanya kanker ini sudah aku dan suami simulasi sejak 3 tahun yang lalu. Tapi ketika mendengarnya menjadi kenyataan seperti ini rasanyaaa…. yang ada dipikiranku hanya pertanyaan ini berulang2   : “WHY ME???!!!”
Dokter bergegas keluar kamar dan mendadak balik lagi untuk meyampaikan jadwal operasi ke2 untuk pengangkatan tiroid kiri, pada saat mata sudah basah menatap nanar ke layar TV yg mati, suarapun nyaris tidak keluar karena masih kaget sekali. Sejak saat itu aku tidak berhenti ke kamar mandi setiap 30 menit dengan tertatih2 menggembol tiang infusku…. Beser & pup yg tiada akhir hingga jadwal operasi ke2 tiba. #StressTingkatDewaMabok
Maklum, masih takutttt…. Takut dgn kemungkinan kali ini aku akan benar2 lewat tanpa persiapan…
Operasi ke2 tidaklah berjalan lancar seperti operasi pertama, aku merasakan dingin yg amat sangat dan menggigil habis Pada saat siuman. Antara sadar dan tidak sadar aku mendengar dokter mengatakan “wah, hasilnya kurang bagus. Cepat panggil suaminya”. Suamiku, bapak, adik, bulik dan sepupuku masuk satu persatu. Ada yg memegang tanganku yg dingin dan entah benar ntah tidak aku seolah2 merasakan ruhku belum sepenuhnya masuk ke dalam jasadku. Aku merasa diselimuti oleh para suster dengan balon yg hangat. Alat tensi terus menerus bekerja, setiap agak sedikit tersadar aku mendengar suara  berdesis dari alat tensi tersebut. Rasa sesak memenuhi dada, mata sulit terbuka, mulutpun belum bisa digerakkan. Saat itu aku bisa merasakan tempat tidurku dibawa ke kamar kembali, selama dalam perjalanan itu rasanya ada ratusan tubuh yg menindihku. Aku merasa sesak dan rasa tidak nyaman yang amat sangat. Aku dengar saudaraku membaca doa, tapi yg paling kuinginkan adalah bacaan ayat-ayat quran yg indah. Aku mengangkat tangan meminta suamiku menempel kupingnya pada bibirku. Aku berbisik meminta diputarkan ayat quran dari ipad/iphone (quran yg dilantunkan oleh imam masjidil haram). Rupanya suamiku tidak paham betapa aku sangat sesak dan membutuhkan healing dg Al-quran. Awalnya aku diberi selang oksigen dan salah seorang saudara membacakan quran. Sampai 2-3x aku meminta, barulah quran di ipadku bkumandang.,,. Mendadak dada sesak dan air mata mengalir deras, antara bahagia dan sesak bergumul menjadi satu. Saat itu nuraniku (atau mungkin rohku) menangis memohon kepada Allah agar tidak dapat tugas berat lagi menemani jasad ini di dunia. Terlalu banyak cobaannya di dunia, sulit menceritakannya namun ruh ini benar2 khawatir tidak mampu menjalani dan mengatasi cobaan2 di masa datang sehingga gagal kembali kepadaNYA dalam keadaan khusnul khatimah. Entah ayat apa yang dibacakan lewat ipad tsb, namun akhirnya ruh ini terasa tenang dan akupun tertidur tak sadarkan diri sesaat. Pada saat terbangun/ sadar kembali, aku sudah tidak merasa sesak dan sudah lebih enak sehingga sudah bisa menggemgam erat tangan  setiap tamu yang berkunjung. Pada saat itu aku merasa mendapatkan “hikmah/pencerahan” bahwa sisa hidup yang Allah berikan kepadaku adalah tantangan yang harus dilewati agar mampu kembali kepadaNYA dalam keadaan khusnul khatimah. Duh, beratnyaaaaaa…. Ya begitulah tugas manusia sebagai khalifah Allah di dunia ya tidak mudah. Pasti setan selalu berbisik untuk berbuat menyimpang…. Kesenangan harta bendaa, anak dan teman hanyalah bumbu2 yang dipinjami Allah agar dalam menjalankan tugas ini kita lebih terhibur Dan tidak terasa berat….. Bukan justru membuat kita terlena dan lupa tujuan.
Saat ini kanker ditubuhku sudah bersih tak bersisa, syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas karunianya karena aku tidak perlu menjalani kemoterapi. Aku hanya cukup makan 2 pil kecil setiap bangun tidur dalam keadaan perut kosong. Obat ini pengganti tiroid yg fungsinya menghasilkan hormon pengatur metabolisme.
Aku mulai menata pola hidup dan makanku, masih sangat suliiittt berdisiplin sama seperti halnya sebelum operasi. Namun, aku lebih memiliki pencerahan tugas hidupku saat ini. Bahwa setiap orang ada untuk membawa manfaat bagi orang sekelilingnya. Dan aku ingin hidup lebih lama untuk membahagiakan anak, bapak, suami, mertua, saudara2ku, para sahabat, anak2 muda penggiat UKM, khalayak ramai yang membutuhkan ilmu dan uluran bantuan aku. Ketika aku kembali kepadaNYA nanti, aku tahu merekalah yang menangis kehilangan dan bukan aku. Orang yg meninggal tidak pernah takut akan yang ditinggalkan, namun lebih takut dengan apa yang akan dihadapi di alam lain nanti.
Alhamdulillah, cinta kasih para sahabat dan saudara mengalir tanpa henti. Selama opname di RS, banyak sekali yang mengunjungi, membawakan makanan, mengirim bunga, mengirim buah2an, buku, dll. Bahkan ada yg membawakan kangen water yg konon sdh di proses mendekati air zam zam sehingga bisa mencegah kanker. Kunjungan dan kiriman ini ga berhenti hingga hari ini. Padaal sudah hampir sebulan…. Luar biasa, Alhamdulillah. Inilah juga alasan aku untuk segera sembuh,  ingin segera bisa berinteraksi secara normal dengan orang2 yang aku kasihi dan membalas perhatian mereka.
Apa sih sebenarnya penyebab sakit kanker? Banyak paradigma yg tersebar di masyarakat mengatakan penyebab kanker adalah pola makanan yang buruk, manajemen stress yang buruk, keturunan, pola hidup, polusi udara, dll. Aku cenderung mengatakan Kanker atau jenis penyakit lain adalah Misteri Allah, sehebat2nya diagnosa dokter tidak ada yang 100% benar. Aku bertanya kepada dokterku apakah aku harus diet dan memiliki pantangan terhadap beberapa jenis makanan? Jawabnya adalah  Yg penting halalan toyiban aja yah…. Kan di dalam Al-Quran kita harus makan sesuai ajaran islam. Tidak boleh dikurangi dan tidak boleh dilebihkan…   Beberapa pendapat mengatakan bahwa kanker disebabkan oleh stress atau pola hidup yang buruk, namun kenapa banyak juga bayi umur beberapa bulan sudah mengidap kanker? Mungkin faktor lingkungan seperti polusi udara, obat2an, kelebihan hormon lebih tepat. Semua penyakit timbul akibat ulah manusia yg merusak tatanan kehidupan di bumi. karena Allah juga berfirman di dalam Al-Quran :
“….Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan” [2:60]
Category: Menempa Calon Pengusaha  Comments off

Karyawan mendukung target usaha – By Lita Mucharom

Untuk menjadi seorang Pengusaha yang sejati, kita harus dapatmemberdayakan orang lain (karyawan) kita untuk menggandakan keuntungan.Jika belum mampu menghasilkan keuntungan melalui SDM kita, makakategorinya masih “self employed”.Oleh sebab itu kita harus menselaraskan kinerja Perusahaan dengankinerja karyawan (Alignment). Dalam mengelola kinerja, selalu harus adakeselarasan antara ukuran kinerja ditingkat perusahaan dengan kinerjaindividu. Gimana caranya?

Membuat perencanaan kinerja usaha (target) dimulai denganmembangun visi, misi, rencana/target jangka panjang dan jangka pendek.Visi & Misi adalah impian yang perlu kita definiskan secaratertulis dan diklarifikasi terus menerus ke karyawan kita.Visi harus memiliki jiwa dan memberikan energi dorong bagi setiapanggota organisasi. Untuk itu buatlah visi yang bermakna untuk kebaikanmasyarakat dan lingkungan sekitar.Buatlah Visi yang mulia yang memilki jiwa dan energi dorong bagiorang yan membacanya.Visi, Misi, target jangka panjang/pendek, strategi usaha harusdituliskan secara terstruktur. more »

Category: Uncategorized  3 Comments

Kepemimpinan dalam bisnis keluarga – by Lita Mucharom

Seorang pemimpin harus bisa dihargai & dihormati, memberi motivasi & inspirasi, menerima perbedaan dan bersedia melayani. Seorang pemimpin membangun kepercayaan dan bukan menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya.
Wow keren ya kedengarannya?
Gimana donk kita sebagai pemilik perusahaan keluarga dapat mencapai posisi itu?

Pemimpin yang handal, luwes dan bisa mengembangkan kompetensi karyawannya akan lebih disukai. Pemimpin yang malas dan selalu mendelegasikan 100% tugasnya. Pemimpin seperti ini akan kurang disukai bawahan, karena sering memberikan tekanan agar pekerjaannya selesai.Tanggung jawab harus diiringi dengan otoritas. Pastikan ketika mendelegasikan tugas kepada bawahan kita harus disertai dengan otoritas yang jelas.
Pisahkan mana yang bisa diatur/diputuskan sendiri oleh karyawan dan mana yang tidak bisa dan hrs melibatkan pemimpin.
Karyawan kadang jadi panik dan memutuskan yang bukan otoritasnya seperti misalnya masalah finansial atau masalah hukum. Sebaliknya karyawan yang tidak paham tidak berani mengambil keputusan untuk hal-hal yang sepele… Hal seperti ini harus terus diklarifikasi agar karyawan lebih mandiri secara bertanggungjawab
Namun, manajemen style kita sebagai pemilik usaha bisa saja memberikan kontribusi terhadap kekacauan tersebut. Misalnya hindari menjadi “Micro Manager” – ingin ikut ambil peran dalam setiap keputusan bahkan hal-hal sepele di kantor/organisasi kita
Sebaliknya lakukan monitoring berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing karyawan. Sesuaikan dengan karakter dan kompetensi si karyawan. Inilah yang dinamakan situasional leadership. Berikan otoritas yang proporsional dan kebebasan berkarya. Jika terbukti belum mampu mandiri misalnya melakukan penyimpangan SOP, maka terpaksa monitoring menjadi lebih melekat.
Dalam melakukan delegasi yang perlu diperhatikan karyawan telah dilengkapi dengan “senjata & peluru” yang memadai.Kalau tidak, kasihan si karyawan… Susah nembaknya jendral!!! Bila seorang pemimpin tidak mau mendelegasikan wewenang, maka sesungguhnya organisasi itu tidak membutuhkan siapa2 selain dirinya sendiri. Saat kita mendelegasikan wewenang sebenarnya kita memberikan otoritas pada orang lain, namun kita sebenarnya tidak kehilangan otoritas orisinilnya. Kadang kita enggan untuk mendelegasikan wewenang karena khawatir tugas tersebut gagal dikerjakan dengan baik oleh orang lain. Padahal pendelegasian wewenang itu merupakan kesempatan bagus buat pembelajaran organisasi dan peningkatan kinerja tim.

Jika semua karyawan masih bersikap ABS ( asal bapak senang) berarti ada yang salah dengan management style si pemimpin atau budaya kerja yang belum stabil. Mungkin juga karena pemimpinnya tipe orang yang selalu ingin mengontrol. Setiap keputusan harus persis seperti caranya dia. Dalam hal seperti ini tidak heran karyawan jadi ABS. Walaupun ada juga karyawan yang cerdas dan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan kepercayaan lebih dahulu sebelum meminta diberi kebebasan.
Jangan sungkan untuk merubah manajemen style kita ketika kita mendapatkan feedback dari “suara arus bawah” mengenai kepribadian atau kepemimpinan kita yang tenyata kurang tepat atau dirasakan tidak menciptakan hubungan kerja yang kondusif. Semua demi kebaikan dan kelanggengan usaha kita juga kok.

Jika pimpinan stress maka dapat menulari anak buahnya yang jadi ikutan stress
Biasanya seorang pimpinan stress karena tekanan kerja yang tinggi, dikejar target, kurangnya SDM dan kurangnya kompetensi anggota timnya.
Pimpinan yang ideal adalah yang dapat melakukan kontrol terhadap dirinya sendiri, mampu memahami stress karyawan. Pemimpin harus dpt menjadi pendengar yang baik dan mampu menangani issue yang ada. Pimpinan harus dapat menciptakan budaya kerja tim yang memberdayakan karyawan untuk berbagi perhatian secara terbuka satu sama lain untuk menekan stress di tempat kerja.

Sistem kepemimpinan perusahaan keluarga harus memperhatikan desain alur komunikasi di dalam organisasi. Perusahaan perlu membuka jalur komunikasi terbuka /open door dikombinasikan dengan alur komunikasi botom-up (mendengarkan suara karyawan) sehingga memberikan ruang bagi karyawan untuk “berteriak”. Kadang niat baik ini tidak selalu diterima dengan baik oleh karyawan, kadang masih saja ada suara-suara sumbang dan ketidak puasan.

Mungkin juga karena karyawan masih ragu dan takut kalau teriakannya malah membuat dia kehilangan pekerjaan. Hal semacam ini bisa juga disiasati dengan memberikan sarana penyampaian usulan konstruktif melalui kotak tertutup tanpa perlu menuliskan nama. Sehingga usulan yang disampaikan lebih terbuka dan jujur. Cara lain yang cerdas seperti yang dilakukan beberapa perusahaan nasional yaitu dengan mengadakan semacam kegiatan continous improvement (seperti : quality control circle-QCC) dimana ada beberapa kelompok karyawan yang memiliki proyek peningkatan cara kerja dan hasilnya dipertandingkan.

Hasil peningkatan yang paling berdampak ke perusahaan akan diberikan penghargaan. Hindari cara-cara yang kontra produktif dalam penyampaian komplain, masalah dan rasa frustasi.
Berdayakan juga para manajer terutama manajer SDM sebagai internal advisor untuk pemilik perusahaan. Berikan kesempatan kepada mereka untuk memberikan usulan perbaikan secara bijak disertai data yang valid dan argumentasi/analisa yang menyeluruh. Ajarkan cara menganalisa resiko terutama dari sisi hukum dan finansial karen biasanya mereka minim sekali pengetahuannya dibidang ini. Ambil keputusan berdasarkan rekomendasi yang sifatnya netral dan demi kepentingan bersama. Dan jadilah pribadi yang terbuka pikirinnya agar seluruh anggota organisasi akan mencontoh untuk berpikiran terbuka.

Category: Uncategorized  Leave a Comment
css.php