Blog Archives

Trik Melamar Kerja

Bagi yang baru lulus atau yang masih kuliah tapi ingin bekerja, melamar pekerjaan mungkin bukan sesuatu yang mudah. Perlu ilmu dalam menyusun resume/CV, mempersiapkan diri ketika dihubungi dan di wawancara, ikut psikotes, tes skill dan nego gaji. Kita bahas satu persatu ya.

Untuk menyusun resume/CV yg perlu diperhatikan adalah bahasa, cara penyajian data dan lampiran surat lamaran. Bahasa dalam resume/CV usahakan menggunakan bahasa Inggris, krn biar bagaimanapun bahasa Inggris sudah terlanjur diakui sebagai bahasa dunia. Dengan menggunakan bahasa Inggris maka perusahaan yang dilamar melihat nilai tambah dari keahlian kamu. Apalagi jika memang bahasa menjadi pertimbangan. Baik bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang digunakan sebaiknya jangan menggunakan bahasa gaul atau bahasa yang tidak baku. Dengan tata bahasa kamu yang sopan dan teratur saja perusahaan bisa menebak kamu itu terpelajar, serius dan sopan.

Sajikan data resume secara terstruktur, mulai dari career goals/objectives kamu dalam mencari sebuah pekerjaan. Jika objective/impian karir kamu itu jelas, maka perusahaan pun akan yakin bahwa kamu punya passion dan motivasi yang klop dengan posisi yang lowong tersebut.
Beri gambaran juga mengenai ringkasan kompetensi yang kamu miliki, dari yang soft /hard hingga kemampuan bahasa yang kamu kuasai itu apa aja. Jika pernah bekerja, berorganisasi, training disusunlah berkelompok sesuai kalisifikasinya dan diurut dari yang terbaru.
Jika memiliki award atau achievement yg bisa dibanggakan tampilkan paling atas agar lebih eye catching. Juga siapkan 3 orang yang diandalkan untuk memberikan referensi positif untuk kamu, kalau bisa dituliskan juga di dalam resume. Untuk data pribadi biasanya orang asing hanya menuliskan alamat email dan no HP yang bisa di hubungi.  Namun orang Indonesia masih menganggap tanggal lahir, status perkawinan, alamat rumah, agama, foto masih penting untuk ditampilkan dalam CV.

Nah, Resume/CV nya sudah lengkap sekarang buatkan surat lamaran yang singkat dan padat dalam bahasa Inggris (lebih baik). Surat lamaran yang ringkas cukup 1 halaman, jangan terlalu ringkas sehingga memberi kesan kamu kurang serius/kurang menarik. Buatlah ringkasan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar, sampaikan justifikasi mengapa kamu harus dipertimbangkan. Untuk buat surat lamaran kerja yang bagus, ada banyak buku yang mengajarkan bagaimana menulis surat dalam bahasa inggris yang terstruktur

Nah, sekarang kamu sudah ditelfon untuk jadwal wawancara. Carilah waktu yang rilex dan tidak tergesa-gesa sehingga kamu lebih konsentrasi menjawab nantinya. Siapkan penampilan yang pantas, sopan dan tidak berlebihan dari sisi warna, potongan baju, dandanan dan aksesorisnya. Business like gitu loh….. Hindari memakai baju warna mencolok, dandanan berlebihan, terlalu seksi, terlalu santai, kurang sopan.
Jangan datang terlambat, karena poin kamu bisa jatuh dimata interviewer dan kamu tidak ada waktu untuk menenangkan diri. Jangan lupa matikan HP kamu untuk menunjukkan kamu menghargai sesi interview tersebut. Bersikap rilex dan tidak perlu banyak tersenyum yang tidak penting. Karena senyum yang terpaksa itu menunjukkan kamu hanya ingin disukai saja

 

Bersikap aktif dalam wawancara seperti melakukan klarifikasi dan diakhir wawancara minta waktu untuk bertanya.  Jika pertanyaan tersebut sangat personal seperti mengenai agama yang tidak ingin kamu ungkapkan, jawablah secara diplomatis saja. Tanyalah sesuatu mengenai perusahaan yang dilamar dari analisa data yang kamu temukan di google. Sehingga kelihatan kamu tertarik bergabung sekaligus terlihat cerdas. Usahakan kamu tidak terlihat gugup ketika di wawancara jika perlu latihan menjelaskan pengalaman kamu di depan cermin sebelumnya. Berikan jawaban yang to the point, jangan muter2 ga jelas. Nanti dikira kamu bukan good listener atau dikira tidak mengerti lagi. Apalagi mendominasi pembicaraaan dan menjelaskan jawaban untuk 1 pertanyaan saja bisa lebih dari 30 menit. Jika belum paham pertanyaannya lebih baik klarifikasi dulu dan pahami jawaban cerdas apa yang mereka ingin dengar. Paling pantang mengarang cerita atau menceritakan kesuksesan orang lain seakan-akan kamu yang melakukannya. Ingat nanti ada cek referensi loh bersikaplah proaktif meminta kartu nama atau email/telfon yg bisa dihubungi untuk follow up hasil interview lebih jauh. Jangan terlalu pasang harga mahal apalagi langsung berbicara mengenai kompensasi di awal sesi interview.

Tunjukkan bahwa kamu lebih interest terhadap pekerjaan dan karir nya daripada hanya memimpikan kompensasi besar semata-mata.

Supplier – The Real Partner

Supplier/distributor adalah mitra kerja yang  sangat penting dalam mata rantai bisnis kita untuk mencapai kepuasan pelanggan utama. Semua usaha pasti membutuhkan supplier, tidak mungkin perusahaan kita mampu menyediakan sendiri semua dari A sampai Z, semua terhubung dalam mata rantai supply yang saling terkait dan tidak terputus.

Buatlah daftar poin2 penting dalam melakukan pemilihan supplier. Minimal bandingkan 3  supplier & nilai mereka dari daftar tersebut untuk mendapatkan mitra terbaik. Luangkan waktu yang cukup untuk memilih supplier. Terburu buru dalam memilih berakibat kualitas jasanya rendah & ujung2nya membuat klien kecewa. Analisa semua resiko seperti kemampuan delivery, profesionalisme, kepatuhan pajak, ijin/akte usaha, akses/response, HSE, dan lain-lain. Misalnya kita memiliki standard pengiriman ke klien 5 hari kerja, tentu kita harus cari supplier yang mampu memasok bahan baku maksimum 3 hari kerja.

Jika supplier kita kurang profesional, suka main sogok anak buah kita akhirnya kita yang akan rugi karena kualitas jasa/produk mereka mungkin menurun. Supplier harus patuh pajak, terutama ketika usaha kita sudah besar. Ingat, pembelian barang tanpa PPN sama saja kita harus membayarkan PPN tsb ke negara. Kita perlu meminta salinan Ijin/akte usaha nya untuk mengetahui siapa pemiliknya dan apa jenis usahanya CV /PT, sehingga terpaksa ada legal action yang harus dilakukan maka jelas siapa yang akan dituntut.
Pilihlah juga supplier yang mudah dihubungi dan responsif terhadap permintaan kita, karena ini akan mempengaruhi response kita terhadap klien. Kadang faktor HSE (Health, Safety and Environment) perlu kita pertimbangkan ketika usaha kita sudah besar dan sudah memiliki sertifikasi/standarisasi internasional. Ketidakmampuan mitra kerja/suppplier dalam memenuhi standar jasa kadang berakibat fatal kepada bisnis kita seperti kehilangan pelanggan. Ketidakmampuan distributor dalam memberikan tingkat pelayanan setara dengan standard usaha kita juga dapat merusak branding yang sudah kita bangun. Distributor yang derap langkahnya tidak seirama dengan kita malah akan menimbulkan biaya tinggi dan mengurangi keuntungan kita.

Dilain pihak, supplier banyak memberikan keuntungan kepada kita ketika memberikan keleluasan untuk bayar tempo yang mundur. Seakan-akan kita dapat pinjaman tanpa agunan jika misalnya diberikan keringanan untuk bisa bayar mundur sampai 1-2 bulan. Dalam situasi dimana supplier sangat berkualitas, profesional, responsif dan bersedia dibayarkan mundur maka ” supplier is our real customer”. Hubungan baik dengan supplier harus dibina terutama untuk pasokan bahan baku yang langka. Juga jangan melupakan hutang budi dia kepada kita, ingat waktu zaman susah kita dapat pinjam barang dari dia. Sekarang kita sukses, ya setialah dengan mereka. Beda harga sedikit, agak lebih mahal namun pelayanan sangat baik dan tingkat kepercayaan kita sudah tinggi dgn 1 supplier, pertahankanlah.

Namun kadangkala kita harus melakukan review setiap 1-2 tahun untuk menjaga stabilitas biaya pasokan, adakan pemilihan ulang secara berkala. Sehingga supplier yang ingin bekerja sama dengan kita akan bersaing secara sehat dan akan berusaha meningkatkan produk/jasanya. Dengan melakukan pemilihan/tender sederhana, maka kita juga akan dapatkan harga yang terbaik di pasaran. Siapkan kebih dari 1 supplier untuk supply produk/jasa dan lokasikan cadangan supplier dalam daftar tunggu, sehingga jika 1 supplier bermasalah dan macet supply nya kepada kira maka kita memiliki back up plannya.

Say No To Sexual Harrasment At Work

Banyak perusahaan yang kurang memperhatikan masalah sexual harrasment di tempat kerja. Apalagi pelakunya itu si  big boss. So, karyawanlah yang musti pandai-pandai membawa diri dalam pergaulan di kantor.

Sexual harrasment dapat terjadi pada wanita atau pria. Sexual harrasment bisa saja dilakukan oleh bawahan langsung, pekerja lain yang posisinya lebih rendah, big boss, klien atau peers (rekan sejajar).

Sexual harrasment bisa saja berupa tatapan nakal, kata2 rayuan, canda jorok, menggoda secara visual bahkan sentuhan fisik. Sexual harrasment biasanya terjadi karena memang si pelaku jatuh cinta atau sekedar iseng belaka. Yang paling ga asik jika hal ini dikaitkan dengan pekerjaan sehingga korban merasa “terjebak” dan kadang justru memilih diam. Bahkan tidak jarang kadang korban memilih resign, nah kalau sudah begini perusahaan juga yang rugi jika ternyata si korban justru adalah karyawan andalan.

Jika hal itu terjadi pada kita pastikan kita tidak membalas sinyal-sinyal itu secara iseng dan diasumsikan mau sama mau. Janganlah memulai main api dikantor dengan berpacaran dengan pasangan orang lain dan berdampak serius terhadap karir kita.

Big boss yang sudah terlatih menjerat “korban” akan membungkusnya dengan skenario jatuh cinta, maka berhati-hatilah menanggapinya. Tetap tenang, tetap berkarya dan tampil dengan sopan. Jika memungkinkan jadikan si dia teman namun edukasi dia bahwa kamu bukan pribadi sembarangan. Jangan beri kesempatan sekalipun untuk berduaan walaupun itu di ruang rapat apalagi di ruang kerja dia pribadi. Yakinlah itu semua semu dan jebakan semata. Jika itu dilakukan oleh orang yang sok kuasa, itu hanya ungkapan superioritas dia semata.

Mayoritas hubungan percintaan teman sekerja yang tidak normal berakhir tragis dan ga enak lho. So jauhilah, waspada karena awalnya berupa sexual harrasment. Jika hal itu terjadi dengan kita dan sulit dihindari apalagi dilawan, maka kamu bisa membawa case ini ke atasan atau HRD. Atasan atau HRD bisa menjadi penengah asal ada bukti atau saksi. Karena jika tidak kamu bisa dianggap memfitnah donk.

Kalau semua jalan sudah dilakukan, ya mungkin alternatif terakhir ya terpaksa kita mengundurkan diri sajalah.

Resiko Pajak Dalam Bisnis

Pelaku UKM sebaiknya sudah mulai sadar pajak, karena ketika bisnis sudah besar semakin besarlah hutang pajak yang menumpuk. Pajak dapat memeriksa 5 tahun ke belakang, sementara jika sudah lebih dari 5 tahun maka data pajak dapat kita singkirkan. Dengan melek pajak, UKM juga seharusnya memasukkan perhitungan pajak ini kedalam business plannya sehingga menjadi lebih realistis.

begitulah harapan pemerintah dengan menggalakkan program wirausaha untuk mencapai angka 2% paling lambat tahun 2030 nanti. Karena pengusaha diharapkan akan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara dari pembayaran pajak. Tahukah kalian kenapa pajak demikian penting dalam membangun ekonomi negara? Karena APBN negara yg senilai hampir 500trilyun itu berasal dari pajak, maka yg bayar bajak boleh bangga akan kontribusinya.Semoga jerih payah para pengusaha untuk membayar pajak dengan tertib ini tidak dikecewakan dgn penyelewengan dana pajak oleh para koruptor yang nota bene adalah garong negara, penghisap darah rakyat.

Untuk UKM dengan penghasilan dibawah 600 juta maka akan terbebas dari kewajiban bayar PPN selama belum terdaftar sebagai pengusaha wajib pajak. Namun untuk PPh badan, para UKM tetap wajib membayarkannya dari nilai keuntungan bersih usahanya.
PPN berlaku hanya untuk usaha yang beromzet bruto diatas 600jt saja. Untuk usaha yang masih di bawah 600jt bisa bebas PPN namun tetap ada kewajiban bayar PPh25 ya. Karena pengusaha di kelas ini belum wajib mendaftar sebagai pengusaha kena pajak. Namun jika pengusaha menginginkan untuk memantapkan syarat administrasi kepesertaan tender maka pedaftaran tersebut tetap diperbolehkan dan pengusaha dikukuhkan sebagai PKP (Pengusaha kena Pajak). Ketika pengusaha UKM yg beromzet dibawah 600jt tadi sudah menjadi PKP maka berlaku kewajiban menyetorkan PPN ke negara.

PPN dikenakan terhadap semua transaksi jual beli barang dan jasa kena pajak. PPH dikenakan terhadap obyeknya (transaksi jual beli) bukan subyek (pelaku transaksi). PPN terbagi menjadi 2 ya, pajak masukan (PPN yang dikenakan supplier ke kita) dan pajak keluaran (PPN yang kita kenakan ke pelanggan). Jadi PPN tetap berlaku pada setiap transaksi jual beli yang terjadi (obyek) tidak peduli apakah kita dalam bentuk Badan huku, PT atau CV atau bahkan perorangan. Walaupun harga beli kita ke supplier tidak tertera adanya PPN maka akan dianggap kantor pajak harga beli sudah termasuk PPN.

PPN terutang diberlakukan tarif 0% pada barang kena pajak yang di ekspor seperti hasil tambang murni seperi batu bara, kebutuhan pokok seperti beras, F&B dan emas
PPN tidak berlaku pada jasa seperti kesehatan medis, pelayanan sosial, pengiriman surat, keuangan, asuransi, keagamaan, pendidikan, kesenian dan penyiaran.
PPN tidak berlaku pada jasa seperyi angkutan umum, tenaga kerja, perhotelan, parkir, telfon umum, berhubungan dengan pemerintah. PPN juga dibebaskan untuk pembelian rusunami karena dapat subsidi dari pemerintah. Intangible asset seperti royalti, franchise, MLM itu obyek PPN loh. Walaupun dalam 1 perusahaan, maka pada saat penyerahan beda lokasi maka timbul PPN terutang. Contoh dari toko A ke toko B. Termasuk barang konsinyasi. Tarif PPN 10% kecuali untuk export cuman 0%.

Hati-hati ya memilih vendor, karena kalau vendornya tidak kenakan PPN ke kita karena tidak aware pajak. Maka PPN terutang akan dimintakan dari kita. Seharusnya ada solusi yg lebih bijak dr dirjen pajak dlm menangani solusi kekurangan data pajak. Jika PPN yang tidak dibayar oleh vendor /supplier kita ya jangan kita donk yang harus  membayarkan PPNnya. Hal ini kan sangat memberatkan pengusaha. PPN timbul pada saat faktur pajak diterbitkan. Di dalam tagihan akan selalu dilampirkan faktur pajak ya. Pajak tidak menganut asas pencatatan akunting yang sifatnya cash basis. Untuk PPN tetap akan dicatat sebagai pajak accrual.

Walaupun pembeli/pelanggan baru akan bayar 2-3 bulan lagi maka tetap kita harus bayarkan PPN nya pada saat kita terbitkan faktur dimana pada saat itu sudah terjadi serah terima pekerjaan/barang. Jika ada kebutuhan koreksi, maka SPT masa nya tetap bisa di koreksi. Faktur pajak harus dibuat untuk transaksi yang terkena PPN yah. Tapi bisa juga memakai faktur pajak sederhana seperti contohnya bon/struk dari toko.
Kalau kita belanja di acehardware/lotte mart misalnya, kita bisa meminta faktur pajak terpisah atas nama perusahaan & yang tertera NPWP kita. Nah, ini bisa jadi pengurang pajak kita. Namun jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran maka kita akan kelebihan bayar pajak dan kelebihan ini seharusnya bisa di restitusi. Cuman malasnya jika terjadi restitusi, malah akan terjadi pemeriksaan oleh kantor pajak ke perusahaan kita. Selain sangat merepotkan kita nantinya, yang sudah benar dianggap salah dan di salah2in sehingga malah akan membuang waktu kita saja.

Cara lain adalah dengan menyeimbangkan kelebihan pajak masukan tadi dengan pajak pembelian barang lainnya (kompensasi). Pelaporan PPN harus dilakukan setiap bulan berdasarkan transaksi yang terjadi/tagihan yang diterbitkan. Kategori usaha ada yang WABA (wajib bayar) dan ada yang WAPU (wajib pungut). Contoh WAPU itu seperti instansi pemerintah, perusahaan migas dan panas bumi. Untuk badan dunia seperti PPB, UNDP, dll itu ada pembebasan PPN dari badora.

PPN dibebaskan untuk beberapa usaha seperti perkapalan dan suku cadang, senjata amunisi, vaksin polio, buku pelajaran, kereta api, suku cadang TNI. Jual beli kebun jati juga kena PPN lho bukan hanya pajak jual beli tanah saja. Termasuk sewa menyewa tanah juga terkena PPN. Kontraktor bangunan bisa mengenakan PPN 10% terhadap jasanya. Jika tidak, maka PPN 4% juga akan dikenakan kepada pemilik terhadap pembangunan rumah. Sewa menyewa rumah untuk penginapan/indekost termasuk service chargenya akan terkena pajak daerah 10%. Jual beli kue, juga kena PPN. Restoran kena pajak restauran (walaupun bentuknya gerobak – klasifikasinya tetap resto) dan kena pajak resto loh

PPH23 atas dividen badan, bunga selain bank, royalti, hadiah (walaupun bukan berupa uang), penghargaan dan bonus akan terkena sebesar 15% pajak. Jika anak perusahaan membayar dividen ke holding yang memiliki saham lebih dari 25% di sister company tersebut, maka pajak 15% untuk dividen tidak berlaku. PPH23 itu dipotong dari penerima jasa lho ya bukan dari pemberi jasa (penjual). Tapi pemberi jasa harus melakukan pemotongan dan menerbitkan bukti pajaknya. PPH23 terhadap jasa dan pasive income dikenakan sebesar 2% di luar jasa yang sudah kena PPH21 alias tidak double pajak. Yaitu untuk usaha jasa, biasanya PPH23 akan dihitung dari manajemen fee saja. Makanya dalam membuat kontrak kerjasama dengan supplier harus ditegaskan pemotongan PPh23 yang akan kita potong dari tagihan mereka ke kita.  Pemotongan PPH23 dilakukan oleh pihak pembeli & bukti potong dikumpulkan, digunakan untuk pengurang pajak penghasilan badan setahun. Menurut pajak, jika bukti potong PPH23 tersebut tidak ada maka kita harus tetap bayar lagi.  Seharusnya pembeli/klien donk yg kena masalah karena seringkali kita kesulitan minta bukti potongnya loh padahalnya PPH23 nya betul2 sudah dipotong dari tagihan kita. Karena masih banyak pelanggan yang merasa berhak memotong PPh23 tapi tdk merasa punya kewajiban untuk memberikan bukti potongnya. Sementara dirjen pajak tidak peduli.

PPH badan (PPH25/29) untuk omzet dibawah 50 milyar, mendapat subsidi 50% dari tarifnya terhadap omzet senilai 4,8 milyar pertama. Pajak penghasilan badan setahun (PPH25/29), biasanya dihitung  dan dipotong sebesar 25% dari keuntungan bersih usaha. Jika PPH25 ternyata lebih kecil dari PPH23 maka ada kelebihan pajak yang sudah disetor oleh perusahaan kita. Kelebihan ini tidak bisa di restitusi tapi dapat ditabungkan untuk pelaporan pajak tahun berikutnya. Jadi saldo positif tersebut di geser ke tahun fiskal pajak berikutnya.

Terus terang, menurut pandangan saya pribadi skema hukum pajak sangat memberatkan pengusaha, ga heran banyak yang ngemplang pajak. Yg taat pajak aja dibuat takut terus.
Kelihatannya masih banyak celah dalam UU pajak yg bisa disiasati oleh pengusaha, uSebaliknya celah ini juga digunakan untuk menjebak pengusaha oleh para oknum pajak dan menyatakan bahwa pengusaha salah. Padahal pengusaha sudah  berusaha taat. Bahkan total pajak yang disetor kenegara itu bisa jauh diatas keuntungan bersih yang diterima oleh pengusaha. Namun sikap petugas pajak yang tidak simpati dan kadangkala mencari celah untuk keuntungan sendiri membuat kondisi bayar membayar pajak ini tidak kondusif yang akhirnya merugikan semua pihak. Intinya maju kena, eh mundur juga kena. Biarpun demikian, saya tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan sebelum pajak bersih dari para koruptor, maka pengusaha boleh tidak membayar pajak. Pendapat yang menurut saya hanya pendapat pengusaha yang berjiwa kerdil dan ingin mencari pemebenaran atas usahanya melakukan kecurangan terhadap negara atau sama aja dengan koruptor juga.

Orang bijak taat pajak. Petugas pijak, anyomi rakyat. Pengusaha bijak, negara kuat.

Menghitung Pajak Perorangan

Semua pendapatan dan fasilitas tunai yang diterima oleh individu kategorinya penghasilan sebagai obyek pajak.
Semua fasilitas/kenikmatan yang dibayarkan oleh perusahaan dianggap juga penghasilan sebagai obyek pajak termasukkaraoke atau makan2 bareng.
Suami istri sebaiknya melaporkan perhitungan pajak dengan NPWP suami saja karena lebih murah bayar pajaknya, karena PPH21 istri dihitung sebagai pajak final.
Jika pelaporan suami istri terpisah menggunkan NPWP masing-masing, maka ada resiko ketika pelaporan 1770 keluarga tersebut harus membayar kekurangan pajak.
Istri membayar kekurangan pajak 44% dan suami mendapat porsi 56% diakhir pelaporan pajak tahunan.
Fasilitas yang diberikan ke karyawan dapat dikategorikan sebagai benefit in cash ( BIC) atau benefit In Kind (BIK).
Benefit in Kind ( BIK) tidak kena pajak PPH21 namun jika tidak terbukti untuk kepentingan usaha dan untuk kenikmatan karyawan maka kategorinya akan berubah menjadi Benefir in Cash (BIC).
Benefit In Kind (BIK) dapat dibebankan di dalam laporan keuangan sebagai biaya usaha.
Fasilitas yang diberikan ke karyawan untuk penyelesaian pekerjaan dapat diklasifikasikan menjadi Benefit in Kind (BIK) contoh seperti pulsa blackberry. Untuk handset atau laptop yang tidak dibawa pulang ke rumah oleh karyawan dan terbukti hanya digunakan untuk kerja, maka tidak akan dikenakan PPH21 kok.
Benefit in Cash adalah fasilitas yang diberikan secara tunai seperti : uang saku perjalanan dinas, pulsa HP dengan no atas nama karyawan. Makanya no HP untuk karyawan yang disediakan oleh perusahaan sebaiknya didaftarkan atas nama perusahaan saja.
Premi asuransi termasuk BIC maka dikenakan PPH21 karena didaftarkan atas nama karyawan.
Untuk menghindari pengenaan pajak PPH21 terhadap premi asuransi maka biaya kesehatan harus dibayar langsung oleh perusahaan ke provider/RS.
Dalam melaporkan 1770 maka suami istri yang melaporkan secara terpisah tetap harus memasukkan hitungan pasangannya serta semua harta & biaya hidup.
Dalam menghitung PPH21 sebulan selalu menggunakan asumsi penghasilan setahun seperti gaji, uang transport, per diem, premi asuransi, bonus & THR.
Penghasilan yang dikenakan pajak akan dikurangi PTKP (penghasilan tidak kena pajak), iuran pensiun, JHT 2% dan biaya jabatan. Contoh untuk karyawan yang belum menikah, maka status pajaknya TK0 dan nilai PTKP nya senilai Rp 15.840.000 setahun.
PTKP tergantung status pernikahan karyawan, bagi wanita selalu dianggap status pajaknya sebagai TK0 ( tidak menikah dan tidak punya anak).
PTKP untuk janda bisa saja diperhitungan sebagai status pajak TK1-TK3 tergantung jumlah anak asal ada pembuktian surat kematian suami.

Contoh perhitungan pajak :
1) Hitunglah semua total penghasilan tunai yang diperoleh karyawan dalam setahun yaitu berapa yang temasuk iuran jamsostek dan juga premi asuransi
2) Sari total pendapatan setahun tadi maka bisa dikurangi biaya jabatan, premi JHT dan PTKP. Sisanya baru dikenakan pajak deh
3) Pajak penghasilan pribadi atau PPH21 itu dihitung secara progressive yaitu 50 jt pertama 5%, 250jt berikutnya 25% dan diatas itu 30%

Untuk pelaporan 1770, PTKP yang dilaporkan suami/ istri itu, pakai status pajak KI0 -KI3 yang artinya menikah, punya anak dan pasangan berpenghasilan.
Hindari melaporkan bahwa pasangan adalah ibu rumah tangga tanpa penghasilan jika harta dan biaya hidupnya tinggi melebihi penghasilan suami. Bisa2 di investigasi kantor pajak.
PPH21 dihitung sesuai dengan klasifikasi kontrak kerja apakah karyawan tetap, karyawan tidak tetap, tenaga harian atau tenaga ahli. Di dalam kontrak kerja karyawan juga harus jelas berapa gaji yang tertera apakah itu nett (tidak termasuk pajak) atau gross (belum dipotong pajak). Di dalam kontrak kerja karyawan juga harus jelas siapa yang akan membayarkan pajaknya. Perusahaan atau karyawan. Menurut UU pajak seharusnya perusahaanlah yang berkewajiban menghitung, memotong dan menyetorkan pajak ke negara.
Penghitungan PPH21 tenaga ahli adalah 50% dari DPP ( dasar pendapatan kena pajak) dan PTKP hanya digunakan jika penghasilan dari satu sumber saja.
DPP 50% ini berlaku juga untuk posisi seperti penjaja dagangan, kurir, pengelola proyek, pemain musik, trainer, pengarang, peneliti dan olahragawan.
Expat yang bekerja kurang dari 183 hari dikenakan PPH26 sebesar 20% begitu hari ke-184 berubah jadi wajib pajak dalam negri dengan hitungan PPH21.
Kalau pada tahun fiskal tersebut si expat menjadi WPDN maka PPH26 yang sudah dibayarkan dianggap sebagai uang muka PPH21.

Jika karyawan pindah kerja di tengah tahun, maka sebaiknya bukti potong PT sebelumnya segera diberikan ke PT yang baru jika tidak maka perhitungan 1770 akan kurang bayar.

Jika karyawan meninggal dunia atau tidak bekerja lagi dengan alasan lain (cacat, pensiun) pada tengah tahun, maka perhitungan pajak harus dipersetahunkan dan di hitung prorata.

css.php