SUSAHNYA CARI MAKANAN HALAL DI NEGERI ORANG

Bau aneh itu berulang kali mencemari jalan2 umum di kota itu… Juga terkadang masuk dg bau menyengat ke dalam kamar hotel kami.

Ya, baunya sungguh tidak biasa itu ternyata dari hidangan yg terbuat dari babi. Bagi kami yg muslim dan sebagian kaum Yahudi tentu babi haram. Apakah hanya babi yg diharamkan untuk kaum muslim? Ternyata banyak orang tidak tahu jawabannya.

Berkunjung ke negeri orang yg penduduknya mayoritas atheis ini rasanya riweh bin ribet mikirin makan apa yang HALAL??

Saya berbisik ke anak saya, “kita makan di kamar hotel aja ya pakai rendang yg dibawa dari jakarta. Sabar hanya 6 hari aja, kata pak ustadz makan yg penting buat berdiri tegak”

Alhamdulillah krn sdh terbiasa ke negeri tanpa makanan halal, maka kamipun sdh memesan makanan halal untuk di atas pesawat vietnam air. Kami sengaja memesan sejak di jakarta melalui travel agent yg ada.

Tiba disana Akhirnya kamipun memisahkan diri dari rombongan yg hampir setiap malam mencari food street vietnam. Kami sangat iri sebenarnya dengan mereka. Apalagi melihat uniknya warga vietnam minum KOPI khas mereka di atas dingklik di pelataran jalan. Wuihhh pinginnya nyobain yaaa, apalagi suamiku itu coffee lover. Pingin deh bawain oleh2 kopi

Alhamdulillah, kesabaran menahan diri untuk ini diganti Allah dg larisnya penjualan. bahkan sehari sebelum pameran digelarpun dagangan kami sudah laku USD 550

Pada saat pameran belangsung 3 hari, tersedia 3 counter – Indonesian culinary. Ke3 nya mengaku menyediakan halal food. Kebetulan ke3 counter itu menggunakan chef dari Indonesia. Tapi untuk memastikannya kami menanyakan apakah ayam dan sapinya disembelih dg menyebut nama Allah. Alhamdulillah ternyata sebagian ayam & sapi mentah yg terjual di supermarket sdh bercap halal yg di import dari brazil & australia. Bahkan salah satu catering indonesia tsb memotong ayamnya sendiri dg cara islam.

Dinegri orang makan rendang dan makan bakso memang enak. Tapi… Sebagai pecinta dan petualang kuliner tentu rasanya gimana gitu kl tidak icip2 makanan setempat. Akhirnya doa kamipun di Jabah Allah. Di malam terakhir pameran, kami mendapat undangan makan dari KBRI full makanan vietnam dan setiap menu dilabel khusus “Halal by Melia Hotel”
Enaknyaaa menikmati Pho Hoa & salad ubur2 ala vietnam yg sudah halal

Keesokan harinya kami jg mengadakan perjalanan ke halong Bay, one of the world most wonder place…. Di atas kapal kami disuguhi hidangan seafood. Hmmm yummy!!! Eits tapi tunggu dulu, halal ga nih? Saya pun tanya ke tour guide apakah cumi gorengnya menggunakan vegetable oil? Jawabannya : “Semua menu ini halal karena kapal ini khusus mengangkut turis malaysia & Indonesia dan KBRI sudah memesan khusus hanya menu halal yg boleh disajikan”… Alhamdulillah

Melihat peserta pameran lain rebutan belanja oleh2 makananpun kami hanya gigit jari. Memilih & meneliti setiap Ingredients yg tercantum. Ah, akhirnya ada jg bbrp item yg ada cap halalnya : biji teratai, KOPI vietnam, dried fruits dan pia duren… Sayangnya kami cuman beli sedikit saja. Maklum sdh ikut peLatihan “cara cerdas kelola uang” jadi skr berhemattt… Ke negeri orang untuk cari duit bukan buat buang2 duit lagi xixixi…

Ah biarlah menahan diri dari makanan non-halal menjadi bagian dari Jihad kami untuk menyempurnakan hijrah kami… Bagi kami sbg orang muslim sangat penting untuk menjaga asupan halal. Karena kami sangat ingin doa kami di jabah Allah… Apalagi doa2 setelah tobat dan berazzam bebas riba seperti sekarang…

Sebagian teman mengolok2 kami :

“babi jantan itu halal kok, karena tidak bisa mengandung babi”

“Hah? Jadi yg haram itu bukan hanya babi aja? Haduhh ribet amat sih jadi orang islam”

“Bu, udah ga usah ditanyalah apa ayam/sapinya disembelih dg nama Allah atau tidak. Setiap mau makan baca bismillah aja ntar juga jadi halal”

Kami hanya bisa bersabar dengan hina2an tsb. Tak apalah, mungkin mrk belum paham manfaatnya makanan halal. Lihat aja sebentar lagi halal akan menjadi trend di dunia. Di eropa & jepang sedang menggalakkan sertifikasi halal juga.

Pulang dg hati senang walau tidak bisa 100% menikmati wisata kuliner di negeri orang… Tapi Alhamdulillah penjualan kami laris manis. Keuntungannya bisa menutup biaya pesawat, hotel & biaya2 selama disana. Alhamdulillah sesuatu banget ya Allah…

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

css.php